B Focus Urban Life

Dari Total Sampah yang Masuk ke TPA, 14 Persen Adalah Sampah Plastik, ini Tujuan Diet Kresek

Sementara Plt Kadis LH Kota Banjarbaru, Rustam mengatakan senang karena retail mulai mematuhi perwali tentang kantong plastik tersebut.

Dari Total Sampah yang Masuk ke TPA, 14 Persen Adalah Sampah Plastik, ini Tujuan Diet Kresek
BPost Cetak
BFocus cetak edisi senin (17/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sementara Plt Kadis LH Kota Banjarbaru, Rustam mengatakan senang karena retail mulai mematuhi perwali tentang kantong plastik tersebut.

Meski sudah banyak yang mematuhi namun sebut Rustam, pihaknya tetap akan melihat kepatuhan retail hingga Januari 2019 mendatang.

Jika ada yang masih memberi kantong plastik maka akan diberi pembinaan.

Berdasarkan data sampah di DLH Kota Banjarbaru dalam sehari sampah di Banjarbaru hingga 120 ton.

Sampah yang terbuang ke TPA sekitar 100 ton, sementara sisanya 20 ton disaring di Bank Sampah.

Kebanyakan sampah tersebut berupa sampah plastik.

Baca: Pesan Maia Estianty pada Irwan Mussry Ketika Berlibur Bersama Al Ghazali, Dul Jaelani & El Rumi

Baca: Sikap Luar Biasa Putri Sulung Opick Soal Ayahnya Menikahi Bebi Silvana, Hari Ini Resepsi Pernikahan

Baca: Sindiran Pedas Ustadz Abdul Somad pada Para Caleg Seperti Ini Jelang Pemilu 2019, Ini Penyebabnya

Baca: Sosok Bebi Silvana, Mantan Model yang Dinikahi Opick, Simak Juga Perjalanan Cintanya

Sementara sampah plastik dari total sampah yang masuk ke TPA ada 16 ton atau sekitar 14 persen dari total sampah.

"Dengan larangan penggunaan kantong plastik maka sampah plastik di Banjarbaru otomatis akan berkurang," ujarnya.

Meski begitu sebutnya, pihaknya belum mendata pengurangan kantong plastik karena masih dalam tahapan sosialisasi.

Pada saat penilaian Adipura imbuhnya penilai juga menanyakan angka pengurangan sampah plastik dengan penerapan larangan kantong plastik di retail.

Namun ia mengaku tak bisa menjawab karena belum melakukan penghitungan karena dalam tahap sosialisasi.

Nantinya pemilik toko ujarnya bisa menyediakan kantong selain plastik misalnya tas tikar purun atau kantong kertas.

Tak hanya retail yang menjual sembako dan makanan, nantinya menurut Rustam, retail pakaian misalnya Matahari juga diminta untuk tak menyediakan kantong plastik.

"Memang tujuan utama kita yang ada di mal dan supermarket besar, toko dan pasar belum kita sasar," tambahnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved