B Focus Urban Life

Direktur Walhi Kalsel: Pembatasan Ritel Juga Mempengaruhi Jumlah Sampah

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono, mengaku mengapresiasi Pemerintah Kota

Direktur Walhi Kalsel: Pembatasan Ritel Juga Mempengaruhi Jumlah Sampah
BPost Cetak
BFocus cetak edisi senin (17/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Selatan, Kisworo Dwi Cahyono, mengaku mengapresiasi Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarbaru terkait larangan penggunaan kantong plastik.

Meski demikian, ia juga berharap larangan ini tak hanya berlaku bagi masyarakat.

Masyarakat yang berbelanja harus membawa wadah sendiri.

Namun juga bagaimana peran produsen untuk mengurangi sampah plastik.

"Jadi harusnya sampah plastik itu juga dikembalikan kepada produsen agar ada peran dari produsen untuk mengurangi sampah plastik," katanya.

Sampah ini merupakan produk dari manusia.

Baca: Syahrini Dikabarkan Akan Dinikahi Reino Barack, Video yang Diunggah Aisyahrani, Suasana Lamaran?

Baca: Sosok Bebi Silvana, Mantan Model yang Dinikahi Opick, Simak Juga Perjalanan Cintanya

Baca: Kalselpedia : Stadion 17 Mei Banjarmasin

Baca: Pesan Maia Estianty pada Irwan Mussry Ketika Berlibur Bersama Al Ghazali, Dul Jaelani & El Rumi

Menurutnya selama ada manusia selalu ada sampah.

Persoalan sampah menurutnya pengelolaannya.

Di mana sarana dan prasarana untuk sampah yang terpilah tidak ada.
Apalagi, ketika di pilah sampah dari rumah selama ini selalu tercampur ke TPS maupun di TPA.

"Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah akan tergerus oleh perlakuan pemerintah untuk menyediakan sarana dan prasarana sampah," ujarnya.

Ia juga menghendaki agar pengelolaan sampah bisa dipilah di lingkungan lebih kecil seperti kelurahan, kecamatan diadakan event lomba pengeloaan sampah bagi wilayah yang sadar pengelolaan sampah.

"Bukan hanya pelarangan. Itu masih kecil. Ada hal yang lebih besar lagi," ujarnya.

Selain itu, menurutnya pembatasan ritel juga mempengaruhi jumlah sampah.

Jika izin ritel terus ada, selain ekonomi kerakyatan yang terus tergerus dengan adanya ritel, namun juga jumlah sampah yang bertambah.

"Sampah juga tidak akan berkurang. Bukan penggunaan kantong plastik tapi produk yang dihasilkan," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved