Bertakwa

Gelar Penyuluhan Keamanan Makanan untuk UMKM HSU

Penyuluhan Keamanan Makanan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh BPOM HSU di Kantor BPOM Kabupaten HSU diikuti oleh peserta

Gelar Penyuluhan Keamanan Makanan untuk UMKM HSU
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Penyuluhan Keamanan Makanan untuk UMKM oleh BPOM HSU di Kantor BPOM Kabupaten HSU diikuti oleh peserta dari Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Kalimantan Selatan, Senin (17/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Penyuluhan Keamanan Makanan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) oleh BPOM HSU di Kantor BPOM Kabupaten HSU diikuti oleh peserta dari Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Kalimantan Selatan.

Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi produsen UMKM tentang cara pengolahan produksi yang aman, stategi pemasaran, dan regulasi izin edar, Sabtu (15/12/2018).

Kepala BPOM Kabupaten HSU Bambang Heri Purwanto, S.Farm., Apt selaku Kepala Loka POM HSU menyampaikan bahwa Izin industri sangat penting untuk memperpanjang usia dan untuk meningkatkan nilai jual.

Produksi yang memiliki merk dagang biasanya bisa dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi daripada produksi yang tidak memiliki merk dagang. "Merk itu sangat penting, dan cantumkan juga produk tersrbut berdiri sejak kapan." Ujarnya.

Sesuai dengan UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan bahwa setiap produksi harus memiliki izin edar dari BPOM, jika tidak memiliki izin edar berarti tidak boleh diperjual belikan.

Penyuluhan Keamanan Makanan untuk UMKM oleh BPOM HSU di Kantor BPOM Kabupaten HSU diikuti oleh peserta dari Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Kalimantan Selatan, Senin (17/12/2018).
Penyuluhan Keamanan Makanan untuk UMKM oleh BPOM HSU di Kantor BPOM Kabupaten HSU diikuti oleh peserta dari Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah Kalimantan Selatan, Senin (17/12/2018). (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati)

"Bahkan sudah ada regulasi berupa sanksi pidana dan denda bagi produsen yang memasarkan suatu produk tanpa izin edar yang sah dari BPOM," ujarnya.

Bahan baku produksi industri melalui juga harus melalui proses pengolahan yang aman dan memenuhi standar minimal pengolahan di bawah pengawasan BPOM.

Maryanto, S.Si., Apt Kasi Farmasi, Alkes, dan PKRT Dinkes Kabupaten HSU menambahkan menerapkan teknologi pengolahan pangan tepat guna pada Induatri Rumah Tangga Pangan (IRTP) pada pengolahan dengan fermentasi seperti bahan pangan singkong, ketan, ikan, udang, kedelai, sayur-sayuran, ketimun dan kubis.

Bahan pangan singkong atau ketan mikroba yang berperan adalah campuran kapang, kamir, dan bakteri aspergilus sp, saccharomyces sp, candida sp, hansenula sp, dan ascetobacter sp.

Kegiatan ini merupakan bentuk kejasama dari Loka POM Kabupaten HSU dengan beberapa Ormas di Kabupaten HSU. Penyuluhan diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang cara pengolahan pangan yang baik sesuai standar yang ditetapkan BPOM.

"Pelaku UMKM juga harus memperhatikan Kebersihan tempat produksi, Ruang pruduksi, Tempat penyimpanan, Kebersihan seluruh ruangan, Lantai dinding langit langit. Celah cepah. Celah lantai. Celah dinding. Lampu, dan tata letak. Sehingga menghasilkan pangan yang layak dikonsumsi." Kata Fasilitator Keamanan Pangan, Dewi Lestari. (Aol/*)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved