Tajuk

Kardus' dan Karton Kotak Suara

Begitu mendengar sebutan ‘kardus’, Anda pasti langsung berpikir atau membayangkannya seperti kotak kardus mi instan, Betul?

Kardus' dan Karton Kotak Suara
kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - JELANG Pemilu dan Pilpres 2019, publik sempat terhenyak dengan adanya kabar bahwa penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggunakan ‘kardus’ untuk menampung surat suara.

Begitu mendengar sebutan ‘kardus’, Anda pasti langsung berpikir atau membayangkannya seperti kotak kardus mi instan, Betul?

Untuk sekelas pesta demokrasi lima tahunan yang menentukan pemimpin rakyat Indonesia ke depan, wakil rakyat yang duduk di DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten dan Kota suara pemilih akan ditampung menggunakan ‘kardus’? Tentu bisa dibayangkan bagaimana riskannya Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang. Tapi tunggu, tentu tak segegabah itu.

Kita yang berpikir secara rasional, jangan sampai ikut terjebak pada sebuah sebutan kata yang bermakna bias. Substansinya haruslah dirasionalisasikan dengan fakta-fakta yang ada.

Ketika kabar itu mencuat ke publik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku lembaga resmi penyelenggara pemilu yang bertanggung jawab terhadap kualitas logistik pemilu, langsung meluruskan kekeliruan memahami kata 'kardus' kotak suara.

Dan sesungguhnya, bahan yang sama (yang katanya ‘kardus’) itu duplex, karton kedap air untuk kotak suara pemilu dan pilpres 2019, juga digunakan sebagai kotak suara pada penyelenggaraan pemilu periode-periode sebelumnya. Toh, itu tidak mencuat dipermasalahan dan faktanya kotak suara tersebut sudah teruji layak dan aman digunakan.

Ketua KPU RI, Arief Budiman, rupanya cukup peka menanggapi masalah kotak suara ‘kardus’. Sebelum memutuskan menggunakan kotak suara berbahan karton, pihaknya sudah mengkaji, melihat berbagai pertimbangan, masukan, serta evaluasi atas penggunaan sebelumnya.

Penggunaan ‘kardus’ atau karton kedap suara ini memenuhi dari sisi kaidah efisiensi, menghemat biaya penyimpanan, menghemat biaya produksi, distribusi. Disamping itu juga kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Desain kotak suara tentu mengikuti aturan undang-undang pemilu yang baru itu, Pasal 341 ayat 1 huruf A tentang pemakaian kotak suara yang transparan.

Terlepas masalah sebutan kotak suara ‘kardus’ dan karton kedap suara, publik berharap bahwa penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019 benar-benar berkualitas dan jauh dari unsur penyimpangan atau penyelewengan, khususnya surat suara. Dan itu sepenuhnya jadi tanggung jawab penyelenggara pemilu untuk memastikan surat suara pemilih aman dan potensi kerawanan penyelewengan suara pemilih bisa diantisipasi. Semoga! (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved