Menyelamatkan Kasturi dari Kepunahan

Sebagai Penggerak Tunas Meratus, Ini yang Dilakukan Wicaksono Melestarikan Buah Lokal

Kegiatan Tunas Meratus adalah mengumpulkan dan mendokumentasikan, membibitkan dan membudidayakan tanaman buah Kalimantan

Sebagai Penggerak Tunas Meratus, Ini yang Dilakukan Wicaksono Melestarikan Buah Lokal
istimewa
Inilah berbagai macam dan jenis buah Kasturi dari Kalimantan yang dikembangkan oleh Muhammad Hanif Wicaksono 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lelaki berpenampilan santai dan cekatan penyelamat tanaman pohon kasturi dari kepunahan ini, dalam kepeduliannya di bidang lingkungan adalah menjadi penggerak Tunas Meratus.

Kegiatan Tunas Meratus adalah mengumpulkan dan mendokumentasikan, membibitkan dan membudidayakan tanaman buah Kalimantan, pelestarian sumberdaya Plasma Nutfah Kalimantan.

Dalam kegiatannya, Wicaksono yang sehari-harinya sebagai ASN, di Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Balangan ini mulai usahnya sejak tahun 2012 lalu di Kandangan Kabupaten HSS Provinsi Kalsel. 

Selama lebih lima tahun berjalan program ini hanya pemah mendapat bantuan sekali untuk membuat sebuah Nursery dari BPTP Kalsel. Selebihnya dengan menyisihkan dana pribadi.

Baca: Wicaksono Kembangkan Bibit Buah Kasturi, Mangga Maskot Kalsel yang Nyaris Punah

Baca: Gigih Kembangkan Kasturi, Wicaksono Raih Penghargaan Astra Satu Indonesia Award 2018

Baca: Bocah Palestina Ini Ingatkan Via Vallen pada Masa Kecilnya, Ini Pekerjaan Via Sebelum Terkenal

Baca: Tindakan Ashanty Saat Disebut Tante Girang Ini Bikin Para Haters Langsung Minta Maaf

Lelaki yang tinggal di Jalan Gambah Luar itu menyatajan, tujuan program tersebut ingin menyelamatkan, mengenalkan dan membudidayakan buah Kalimantan.

Karena saat ini di Kalimantan laju Deforestasi sangat cepat dan mengancam keberadaan buah endemik. Padahal buah Endemik Kalimantan sangat layak untuk dibudidayakan.

Namun hingga saat ini masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Programini dibuat warga asal Blitar Jateng untuk membantu stakeholder dalam menyusun kebijaksanaan bidang sumber daya alam (SDA), kehutanan, lingkungan hidup (LH), dan holtikultura. 

Tujuannya agar lebih mengenal kekayaan dan keragaman sumberdaya genetik serta membantu memberikan pilihan alternatif konsumsi buah nusantara.

Salah satu alasan kenapa “buah” adalah ketika menanam pohon buah masyarakat akan panen dengan cara ditebang.

Jadi pemikirannya adalah mempertahankan pohon selama mungkin di mana pohon yang satu itu akan menghasilkan pohon-pohon yang lebih banyak lagi.

Selain itu menurutnya tanaman buah bisa membantu memulihkan ekosistem lebih, karena buah juga disukai hewan.

"Kegiatan yang kami lakukan mulai dari melakukan ekplorasi terutama di Kalsel , dokumentasi, pembibitan serta edukasi. untuk dokumentasi ada Satu Bab buku sudah publikasi denga,”Potret Buah Nusantara Masa Kini,"tambah dia. (banjarmasinpost.co.id/jd)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved