Berita Hulu Sungai Selatan

Takut Tercecer Seperti di Jawa, Ribuan KTP Elektronik Rusak di HSS Dimusnahkan

Ribuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang rusak atau invalid dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)

Takut Tercecer Seperti di Jawa, Ribuan KTP Elektronik Rusak di HSS Dimusnahkan
Disdukcapil HSS untuk Banjarmasinpost.co.id
Suasana pemusnahan KTP elektronik di halaman Kantor Pemkab HSS, Senin (17/12). 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Ribuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik yang rusak atau invalid dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin, (17/12).

Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Disdukcapil Kabupaten HSS yang disaksikan oleh Pj Sekda Kabupaten HSS H Hubriansyah, pihak kepolisian, Satpol PP dan Inspektorat Kabupaten HSS.

Pj Sekda HSS H Hubriansyah menyampaikan bahwa dengan dimusnahkannya KTP yang rusak ini mengurangi barang-barang yang tidak diperlukan meski KTP yang rusak ini pada dasarnya masih menjadi barang aset yang terpakai bagi daerah.

Dengan dimusnahkan KTP yang sudah rusak itu jangan sampai ada yang tersisa, sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menyalahgunakannya demi kepentingan tertentu.

Baca: Irwan Mussry Tuliskan Terlihat Kurus Usai Ditinggal Liburan Maia Estianty, Dul Jaelani & Al Ghazali

Kepala Dinas Dukcapil HSS H Suriani mengatakan ada sebanyak 7860 KTP-e yang dimusnahkan karena dalam kondisi rusak dan invalid.

Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan dari penyalahgunaan untuk kepentingan tertentu.

Sekretaris Disdukcapil HSS Rachmat menuturkan pemusnahan KTP-e sesuai dengan surat edaran dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Baca: Hasil Drawing 32 Besar Liga Europa Musim 2018-2019, Lazio vs Sevilla dan FC Bate vs Arsenal FC

"Pemusnahan KTP-e yang rusak atau invalid sesuai dengan perintah dari dirjen untuk mengindari peristiwa seperti kejadian di Jawa terkait dengan KTP yang tercecer," katanya.

Hal itu dikuatirkan akan menjadi bahan pembicaraan dan menyudutkan pihak tertentu. Selain itu juga untuk menghindari dibawa kemasalah politik pilpres 2019 (banjarmasinpost.co.id/rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved