Berita Kotabaru

Dua RT Masih ''Gelap-gulita'', Warga Berharap Penyebaran Listrik di Pamukan Selatan Bisa Merata

Belum meratanya penyebaran jaringan listrik terutama bagi daerah-daerah terpencil, karena kendala akses masuknya jaringan.

Dua RT Masih ''Gelap-gulita'', Warga Berharap Penyebaran Listrik di Pamukan Selatan Bisa Merata
BANJARMASIN POST GROUP/APUNK
Warga Mantuil yang hidupnya dalam kegelapan ketika malam hanya dapat mengandalkan lampu teplok (lampu berbahan bakar minyak). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Penyebaran listrik jaringan PLN di Kabupaten Kotabaru belum merata. Berdasar data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dari 198 desa masih sekitar 25 desa belum teraliri listrik untuk penerangan masih mengandalkan mesin ginset dan lampu teplok.

Belum meratanya penyebaran jaringan listrik terutama bagi daerah-daerah terpencil, karena kendala akses masuknya jaringan.

Meski demikian, dari beberapa desa di Kecamatan Pamukan Selatan antara deaa Sakalimau, Talusi, Gunung Calang, Sekandis, dan desa Suka Dana sudah terlistriki.

Namun, masih ada beberapa rukun tetangga (RT) yang belum bisa menikmati jaringan listrik sebagai kebutuhan. Seperti di desa Gunung Calang, dua RT belum bisa tersentuh PLN.

"Yang belum teraliri listrik, seperti warga yang tinggal di gang-gang misalnya. Karena jauh dari jalan poros desa," ungkap Agus warga desa Pamukan Selatan.

Baca: Respons Prabowo Subianto Atas Tantangan La Nyalla Jadi Imam Salat

Baca: Prabowo Mengaku Tak Pantas Jadi Imam Salat, Sebut Lebih Baik Ikuti yang Lebih Tinggi Ilmunya

Baca: Respons Ahmad Dhani Dengar Kabar Maia Estianty Hamil Usai Dinikahi Irwan Mussry, Sebut Nasibnya

Menurut Agus, belum terlistriki warga di beberapa RT karena belum tersambung jalur PLN. Untuk mempecepat pengaliran, warga diminta untuk mengajukan permohonan penambahan kabel dan tiang.

Tidak kecuali, Mulyodadi, dari tujuh desa di kecamatan Pamukan Selatan. Desa tersebut sama sekali belum terlistriki.

"Termasuk di Talusi. Hanya aku kurang tahu persis berapa jumlahnya," jelasnya.

Maka dari itu, Agus berharap semua desa di Pamukan Selatan segera teraliri listrik. Selama ini, warga hanya bergantung pada mesin ginset untuk kebutuhan.

Baik mesin ginset yang dikelola pribadi, adapula yang dikelola desa dan swadaya. Untuk mesin ginset dikelola swadaya, warga membayar iuran rata-rata Rp 100 ribu perbulan.

Sementara tidak sanggup membayar iuran terpaksa harus menggunakan lampu teplok.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved