Berita Banjarmasin

FTI Uniska Yudisium 463 Sarjana, Siap Bersaing di Era Revolusi Industri

Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin menggelar Yudisium Sarjana Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi

FTI Uniska Yudisium 463 Sarjana, Siap Bersaing di Era Revolusi Industri
banjarmasinpost.co.id/salmah
Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin menggelar Yudisium Sarjana Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) di Platinum Ballroom, Restoran Lima Rasa Banjarmasin, Selasa (18/12) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin menggelar Yudisium Sarjana Prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) di Platinum Ballroom, Restoran Lima Rasa Banjarmasin, Selasa (18/12)

Peserta yudisum berjumlah 463 sarjana komputer, terdiri Prodi Teknik Informatika 451 sarjana dengan peraih IPK terbaik Nia Ridania; 3,79.
Kemudian Prodi Sistem informasi 12 sarjana dengan IPK terbaik Yudi Setiawan; 3,80.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Dr Silvia Ratna SKom MKom, mengatakan, demi menghasilkan lulusan berkualitas sudah dirancang kurikulum yang kompeten.

Baca: Novanto Mengaku Tak Tahu Ada Bilik Asmara; di Sukamiskin, Sebut Kepala Lapas Baru Cukup Tegas

Baca: Menkeu Sri Mulyani Butuh Pemimpin Seperti Prabowo Dikatakan Sandiaga Uno, Ini Alasannya

Baca: Mulan Jameela Pamer Momen Manis Bareng Ahmad Dhani Saat Maia Estianty Liburan Bareng Al, El, Dul

Baca: Banyak Cewek Mengejar Vicky Prasetyo Diakui Mantan Zaskia Gotik, Tapi Takut Senasib Angel Lelga

"Kurikulum kompeten menghasilkan SDM yang kompeten pula, sehingga mampu bersaing di era revolusi industri," ujarnya.

Selain itu sistem pembelajaran konvensional juga sudah dipadukan dengan sistem pembelajaran berbasis internet.

Rektor Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Abdul Malik SPt MSi PhD, menyampaikan, jika sebelumnya mahasiswa diuji para penguji skripsi, setelah sarjana ini akan diuji masyarakat.

"Anda harus mampu beradaptasi di masyarakat. Anda juga sudah dibekali skill untuk berkompetisi di era industri 4.0," jelasnya.

Tuntutan bersaing menghadirkan tantangan berat.

Sebab itu minimal ada empat modal harus dimiliki dan dua modal udah didapat yaitu literasi data, literasi teknologi.

"Dua modal lainnya yaitu literasi humanity atau kemampuan Anda bergaul dengan sesama ahli teknologi informasi, berdiskusi. Karena perkembangan teknologi begitu pesat dan dunia ada di smartphone Anda," pesan Malik.

Modal keempat, disampaikan Malik yaitu long life education, tak ada kata berhenti belajar.

Jangan hanya puas dengan ilmu S1 tapi terus belajar ke jenjang S2 dan seterusnya.

Pembina yayasan uniska Hj Rahmah Tajuddin, berpesan agar jadilah sarjana berkarakter, karena itu modal dasar untuk sukses.

"Figur yang andal, inovatif dan kretaif, berbudi pekerti, jujur, syukur nikmat kepada Allah SWT, maka insya Allah akan mampu menuju kesuksesan," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved