Kabupaten Banjar

Kabupaten Banjar Siap Wujudkan Kalsel Lumbung Pangan Dunia 2045

Sektor pertanian di Kabupaten Banjar masih merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan di samping pembangunan infrastruktur,

Kabupaten Banjar Siap Wujudkan Kalsel Lumbung Pangan Dunia 2045
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Bupati Banjar H Khalillurahman ketika memberikan sambutan kedatangan Menteri Pertanian beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Sektor pertanian di Kabupaten Banjar masih merupakan salah satu prioritas pembangunan yang dilaksanakan di samping pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

Hal ini, sudah tertuang dalam misi ketiga kepemimpinan Bupati Banjar, H Khalilurrahman yaitu meningkatkan pengelolaan SDA berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan komoditas unggulan daerah lainnya dengan pendekatan agribisnis dan industri yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan, sebagai langkah untuk keberhasilan mewujudkan visi pemerintahan di Kabupaten Banjar yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan barokah.

"Kami sampaikan juga, untuk PDRB Kabupaten Banjar, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar dibanding sektor lainnya yaitu lebih 23 persen, dimana subsektor tanaman pangan dan hortikultura memberikan kontribusi yang sangat besar karena sampai saat ini menjadi penopang perekonomian sebagian besar penduduk di Kabupaten Banjar," kata Bupati Banjar, H Khalilurrahman, Selasa (18/12).

Baca: Respons Prabowo Subianto Atas Tantangan La Nyalla Jadi Imam Salat

Baca: Respons Ahmad Dhani Dengar Kabar Maia Estianty Hamil Usai Dinikahi Irwan Mussry, Sebut Nasibnya

Baca: Luna Maya Lontarkan Sindiran Mantan Menikah Pada Yuki Kato, Rencana Reino Barack dan Syahrini?

Dia menjelaskan, Kabupaten Banjar memiliki Luas Lahan sawah sebesar 59 ribu lebih, dimana 68,2 persennya adalah berupa lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang sebagian besar masih ditanami padi satu kali setahun. Pihaknya menyadari bahwa lahan sawah fungsional di Kabupaten Banjar saat ini semakin berkurang luasannya, sebagai akibat alih fungsi lahan sebagai dampak dari perkembangan penduduk dan perkembangan peradaban.

Oleh karenanya, untuk tetap mempertahankan Kabupaten Banjar sebagai lumbung pangan di Kalsel pihaknya mengupayakan seperti melakukan pencetakan sawah, optimaliasi lahan sawah serta peningkatan Index Pertanaman (IP) dari satu kali tanam setahun menjadi dua kali tanam setahun. Potensi lahan sawah di Kabupaten Banjar masih sangat luas dan umumnya berupa lahan rawa lebak dan rawa pasang surut.

"Saya menyambut gembira dan mengucapkan terima kasih atas dipilihnya serta dialokasinya kegiatan Pilot Project Optimalisasi lahan rawa dalam rangka Program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di Kabupaten Banjar, di Desa Tajaulandung Kecamatan Sungaitabuk yang dikunjungi Bapak Menteri Pertanian pada hari ini," ujarnya.

Dirinya mengharapkan, semoga melalui kegiatan ini akan dapat mewujudkan sektor pertanian yang lebih maju khususnya di Kabupaten Banjar sehingga pendapatan dan kesejahteraan warga masyarakat petani juga akan meningkat lebih baik lagi. Guru Khalil mengharapkan, Menteri Pertanian dapat memberikan perhatian penuh kepada Kabupaten Banjar dan Pemkab Banjar siap ikut berperan aktif untuk mewujudkan Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved