Tajuk

Mendengarkan Kritik Mahathir

Melalui Perdana Menteri, Scott Morrison, Canberra mengumumkan pergeseran kebijakan luar negerinya sebagai keputusan yang berimbang dan terukur.

Mendengarkan Kritik Mahathir
via KOMPASA.com
Perdana Menteri terpilih Malaysia Mahathir Mohamad menggelar konferensi pers, Kamis siang (10/5) di Hotel Sheraton, Petaling Jaya, Selangort setelah memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan meraih kemenangan mengejutkan di pemilu Malaysia (9/5/2018).(ST PHOTO: KUA CHEE SIONG) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TAMPAKNYA, tanah Palestina menjadi persoalan terumit dan terpanjang dalam sejarah kedaulatan sebuah negara. Batapa tidak, sejak 1947 sengketa wilayah itu tidak pernah akan selesai. Pada Sabtu (15/12/2018), Pemerintah Australia mengeluarkan pernyataan yang mengakui kota Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.

Melalui Perdana Menteri, Scott Morrison, Canberra mengumumkan pergeseran kebijakan luar negerinya sebagai keputusan yang berimbang dan terukur. Australia mengakui Yerusalem Barat, menjadi pusat pemerintahan Knesset (Parlemen Israel) dan banyak lembaga pemerintahan, adalah ibu kota Israel.

Pernyataan Scott Morrison itu, menuai kritikan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Bahkan, ia memprotes keras bahwa tidak ada satu pun negara di dunia yang berhak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (BPost, Senin 17/12/2018: Mahathir Kritik Australia Soal Yerusalem).

Mahathir menyatakan, Yerusalem harus tetap seperti sekarang dan bukan ibu kota Israel. Yerusalem selalu berada di bawah Palestina, lalu mengapa mereka mengambil inisiatif guna membagi Yerusalem.

Kritik terhadap Perdana Menteri Australia, juga datang dari Otoritas Palestina, menyebut Pemerintah Australia bertindak picik. Seluruh Yerusalem tetap menjadi masalah status akhir untuk negosiasi, sedangkan Yerusalem Timur, di bawah hukum internasional merupakan bagian integral dari wilayah Palestina yang diduduki.
Terkait solusi dua negara, Pemerintah Australia memutuskan mengakui aspirasi rakyat Palestina bagi negara masa depan mereka dengan ibu kota di Yerusalem Timur.

Apa yang dilontarkan Scott Morrison ini, juga disambut kritik dari Israel yang menyebut Australia telah melakukan kesalahan dalam penyampaian kabar baik itu.

Hanegbi, menteri Israel untuk kerja sama regional, menyatakan tidak ada pembagian antara timur dan barat, kota di Yerusalem. Yerusalem adalah satu kesatuan, bersatu.

Kendali Israel terhadapnya adalah abadi. Kedaulatan kami tidak akan dipartisi atau dirusak. Kami berharap, Australia segera menemukan cara untuk memperbaiki kesalahan yang dibuatnya, ujar Hanegbi.

Jika menoleh ke belakang, Majelis Umum PBB memberikan Palestina status sebagai negara pen gamat non-anggota, langkah yang kali itu ditentang Israel dan Amerika Serikat.

Ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa menetapkan Palestina status sebagai negara pengamat non-anggota, dunia mendengar suara yang disampaikan tersebut. Demikian pula Perdana Menteri Malaysia, Kritik Australia Soal Yerusalem, semoga penduduk dunia mendengarkan. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved