Berita Nasional

Respons Pernyataan Wiranto, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Perusakan Atribut Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat darurat Partai Demokrat terakait kasus perusakan atribut Demokrat di Pekanbaru.

Respons Pernyataan Wiranto, SBY Pimpin Rapat Darurat Bahas Perusakan Atribut Demokrat
TribunPekanbaru/Johanes
SBY memberikan keterangan pers pasca baliho dan bendera Demokrat dirusak di Pekanbaru Sabtu (15/12/2018) di Loby Hotel Pangeran Pekanbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat darurat Partai Demokrat terakait kasus perusakan atribut Demokrat di Pekanbaru, Raiu.

Rapat berlangsung di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Selasa (11/12/2018) siang.

"Kami menyebutnya rapat darurat karena cepat sekali. Kami mengundang Ketua Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Sekjen, Bendum, Komandan Kogasma, bahkan kami mengundang DPD Riau dan DPD Pekanbaru," kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan kepada wartawan sesaat sebelum rapat dimulai.

Hinca mengatakan, rapat ini dilakukan untuk menindaklanjuti kasus perusakan atribut Demokrat di Pekanbaru, akhir pekan lalu.

Terutama, setelah Menko Polhukam Wiranto menyampaikan pernyataan bahwa perusakan itu dilakukan oknum Partai Demokrat dan PDI-P.

Baca: SBY Sebut Hasil Investigasi Demokrat Beda dengan Penyataan Wiranto soal Perusakan Atribut Demokrat

Baca: Video Pelaku Perusakan Atribut Demokrat di Pekanbaru Ditangkap, Ini Tanggapan Sekjen PDIP

Baca: Kapolda Riau Sebut Pelaku Perusak Atribut Partai Demokrat Dijanjikan Dibayar Rp 150 Ribu

"Kami akan merumuskannya dan memberitahukan kepada masyarakat luas agar duduk soalnya terang benderang sehingga tidak perlu tafsir lain atau bikin atau menyiapkan atau membuat malah enggak jelas," kata dia.

SBY sebelumnya sudah menyatakan bahwa ia berbeda pendapat dengan Wiranto.

Menurut SBY, berdasarkan informasi dan kesaksian di lapangan, baik PDI-P maupun Partai Demokrat bukanlah 'master-mind' dan inisiator dari kasus perusakan atribut.

"Menurut kita, pernyataan Menko Polhukam terlalu cepat dan mengkerdilkan soal, menyepelekan soal. Padahal sesungguhnya itu tidak seperti itu," kata Hinca.

Hingga berita ini diturunkan, rapat masih berlangsung secara tertutup.

Baca: Respons Prabowo Subianto Atas Tantangan La Nyalla Jadi Imam Salat

Baca: Prabowo Mengaku Tak Pantas Jadi Imam Salat, Sebut Lebih Baik Ikuti yang Lebih Tinggi Ilmunya

Baca: Respons Ahmad Dhani Dengar Kabar Maia Estianty Hamil Usai Dinikahi Irwan Mussry, Sebut Nasibnya

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved