Bendera Partai Demokrat Dirusak

Sikap Polri Perihal Penyelidikan Bendera Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru, Ungkap Oknum Partai?

Sikap Polri Perihal Penyelidikan Bendera Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru, Ungkap Oknum Partai?

Sikap Polri Perihal Penyelidikan Bendera Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru, Ungkap Oknum Partai?
Tribun-Video.com
Pelaku perusak atribut bendera dan balih partai Demokrat Pekanbaru ditangkap 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Investigasi dilakukan Polri terkait bendera Partai Demokrat dirusak dan atribut partai bergambar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) di Pekanbaru jelang Pilpres 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, investigasi bendera Partai Demokrat dirusak di Pekanbaru, dipastikan dilakukan polisi berdasarkan fakta.

“Polisi bekerja sesuai fakta dan mekanisme hukum yang ada di lapangan. Kita tidak boleh berandai-andai. Kalau fakta hukumnya seperti itu, ya faktanya itu yang ditangani kepolisian,” kata Dedi, di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Namun, Dedi belum memberikan penjelasan detil fakta yang sudah didapatkan pihak kepolisian terkait peristiwa bendera Partai Demokrat dirusak di Pekanbaru ini.

Baca: Kedok Vigit Waluyo Dibongkar La Nyalla Terkait Pengaturan Skor di Liga Indonesia & Oknum PSSI

Baca: Sikap Nella Kharisma Saat Diperiksa Polisi Terkait Endorse Kosmetik, Via Vallen & Nia Ramadhani?

Baca: SBY Ungkap Dalang Aksi Bendera Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru, Terkait Jokowi & PDIP?

Baca: Pembelaan Kubu Prabowo Soal Pose 2 Jari Anies Baswedan yang Dilaporkan ke Bawaslu

Kasus ini kini tengah didalami Kepolisian Daerah Riau. “Dari kemarin sudah disampaikan Pak Kapolda, statement-nya sudah sangat jelas. Jadi teman-teman tolong mengacu pada statement Kapolda Riau. Sudah clear penanganannya sudah dipercepat oleh Kapolda Riau,” kata Dedi.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan HS sebagai pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengatakan, motif pelaku merusak baliho, spanduk, dan bendera Partai Demokrat lantaran dijanjikan dibayar Rp 150.000. Ketika ditanya apakah akan melakukan penyelidikan terhadap orang yang menyuruh untuk merusak atribut tersebut, Dedi mengatakan, semuanya mengacu pada proses hukum yang ditangani Polda Riau.

Ketua Umum Partai Demokrat SBY turun langsung ke Jalan Sudirman Pekanbaru, menyaksikan baliho bergambar dirinya dirusak, Sabtu (15/12/2018).
Ketua Umum Partai Demokrat SBY turun langsung ke Jalan Sudirman Pekanbaru, menyaksikan baliho bergambar dirinya dirusak, Sabtu (15/12/2018). (TRIBUN PEKANBARU/ALEXANDER)

“Di dalam proses sudah clear Pak Kapolda (Riau), artinya proses tinggal final pemberkasan,” kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut oknum Partai Demokrat dan PDI-P terlibat dalam perusakan atribut kampanye Demokrat.

Hal itu disampaikan Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Dalam konferensi pers tersebut, Wiranto didampingi Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Nah ternyata dari Pak Kapolri cepat sekali mengusut itu ternyata memang perbuatan oleh oknum-oknum tertentu, dari partai tertentu, baik partai PDI-P maupun Demokrat ada. Oknum itu sudah ditangkap," kata Wiranto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Pengusutan Kasus Perusakan Atribut Demokrat, Ini Kata Polri"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved