B Focus Banua Anam

Beberapa Faktor ini Penyebab Kurangnya Tenaga Guru Olahraga dan PAI

Kepala Disdik Tabalong, Akhmad Rizali Noor mengatakan ada beberapa penyebab yang membuat timbulnya persoalan kekurangan guru olahraga dan PAI

Beberapa Faktor ini Penyebab Kurangnya Tenaga Guru Olahraga dan PAI
BPost Cetak
B Focus Banua Anam edisi cetak Rabu (19/12) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kepala Disdik Tabalong, Akhmad Rizali Noor mengatakan ada beberapa penyebab yang membuat timbulnya persoalan kekurangan guru olahraga dan PAI di sejumlah sekolah, di antaranya, pengadaan pegawai yang agak kurang karena sudah sekitar 10 tahun tidak ada penerimanaan CPNS untuk guru olahraga dan PAI.

Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya jumlah guru yang sudah ada karena harus menjalani masa pensiun.

Faktor lainnya, juga dikarenakan adanya penambahan jumlah sekolah dari yang sudah ada sehingga keperluan guru juga ikut meningkat.

"Sekolah bertambah, yang pensiun semakin bertambah, kan sudah berbeda. Sekolah bertambah saja sudah kekurangan guru, apalagi dengan pensiun yang bertambah, logikanya kan seperti itu," ujarnya.

Baca: Usia Kehamilan Maia Estianty Disinggung, Bocoran Orang Dekat Soal Kehamilan Istri Irwan Mussry

Baca: Sikap Via Vallen Soal Kasus Kosmetik Ilegal, Polda Jatim Siap Jemput Paksa, Besok Via Diperiksa!

Baca: Petisi Tolak Billy Syahputra, Hilda Vitra dan Nikita Mirzani Muncul, Hotman Paris Minta KPI Boikot

Baca: 40 Tahun Lalu Banjir Air Mata di Makam Syuhada Haji Banjarbaru, Ini Fakta yang Terjadi

Dengan kondisi seperti ini, diakuinya, ada beberapa sekolah yang gurunya kurang selain menggunakan tenaga honorer, juga ada yang harus menggunakan guru di sekolah lain untuk mengajar di sekolahnya.

Cara ini juga dipakai para guru untuk bisa memenuhi ketentuan terkait jumlah jam mengajar yang harus bisa dicapai dalam setiap pekannya.

Kemudian, bagaimana langkah disdik dengan kondisi ini? Menurut Rizali, saat ini pihaknya akan melihat bagaimana hasil dari penerimaan formasi CPNS yang saat ini masih berjalan.

Untuk Tabalong memang ada mendapatkan formasi tenaga pendidik untuk guru olahraga dan guru PAI untuk SD.

Apabila hasil penerimaan CPNS ini tidak juga bisa menutupi, maka solusi lainnya dicoba dengan melakukan pengadaan pegawai melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P2PK).

"Informasi yang kami dapat PP terkait ini sudah disahkan presiden, jadi kita menunggu sosialisasi seperti apa, mekanismenya bagaimana, itu yang akan kami lakukan," katanya.

Tapi ini tetap harus menunggu hasil pendataan dan pemetaan yang akurat supaya perekrutan melalui proses P2PK tidak akan terjadi kesalahan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved