Berita Banjar

Bukit Matangkaladan Perlu Pagar Keliling Demi Keselamatan Pengunjung dan Wisatawan

Bukit Matangkaladan Perlu Pagar Keliling Demi Keselamatan Pengunjung dan Wisatawan

Bukit Matangkaladan Perlu Pagar Keliling Demi Keselamatan Pengunjung dan Wisatawan
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Pembakal Tiwingan, Arbani menunjukkan keindahan bukit Matangkaladan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap hari selalu saja ada pengunjung di obyek wisata bukit Matangkaladan Desa Tiwingan Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, bahkan saat cuaca hujan, Rabu (19/12). Aparatur desa berbenah untuk menambah fasilitas obyek wisata di Matangkaladan.

Mahasiswa IAIN Kediri Jawa Timur, Intan mengisi liburan di bukit Matangkaladan, cuaca hujan tidak menyurutkan semangatnya agar sampai ke puncak. Ditemani saudaranya, perempuan kelahiran 1996 itu merasa puas menikmati pemandangan dari bukit Matangkaladan.

"Liburan di Martapura, kemudian diajak saudara untuk jalan-jalan ke Matangkaladan. Sebelumnya memang sudah mengetahui sekilas saja dari media sosial, perjalanan sampai ke puncak luar biasa dan sesampainya diatas sudah terbayarkan akan keindahannya," katanya.

Dia menambahkan, menambah eksotis Matangkaladan karena merupakan bendungan yang dikelola, terlebih posisinya yang bisa memandang matahari terbit. Hanya saja menurutnya, kebersihan perlu diperhatikan lagi serta pentingnya pagar untuk keselamatan pengunjung.

Baca: Presiden Jokowi : Ulama Berkasus Jangan Dibilang Kriminalisasi, Habib Bahar Bin Smith Coba Kabur?

Baca: Penjelasan Resmi Tri Rismaharini Soal Jalan Gubeng Ambles, Umumkan Pengalihan Arus

Kepala Desa Tiwinganlama, Arbani mengatakan, obyek wisata di desanya ini mulai booming sejak 2014 lalu. Asal muasal nama Matangkaladan karena merupakan puncak dan banyak ada pematang-pematang, sehingga akrab disebut Matangkaladan.

"Kedepan kami akan membangunkan pagar sekeliling Matangkaladan, karena ini merupakan aset Tahura dan sudah berkonsultasi dengan pemilik aset. Mengingat jumlah pengunjung selalu meningkat," katanya, Rabu (19/12).

Ditemui di puncak Matangkaladan, Arbani mengatakan, seiring terus meningkatnya pengunjung bahkan jika musim liburan jumlahnya bisa mencapai dua ribu orang, maka pagar keliling sangatlah penting, demi keselamatan. Selama ini pembenahan fasilitas di obyek wisata tersebut, melalui dana desa.

Selain memerlukan pagar sekeliling obyek wisata alam tersebut, pihaknya juga mengharapkan pemerintah daerah bisa membangunkan homestay. Dirinya pun sudah bekoordinasi dengan pengelola Tahura yang membolehkan membangunkan pagar dan homestay karena tujuannya untuk memajukan obyek wisata di kawasan tersebut.

Baca: Sindiran Prabowo Soal Dana Kampanye Pilpres 2019 Dinilai Wajar, Gerindra : Petahana Bagi-bagi Proyek

Baca: Sikap Presiden Jokowi Ketika Kepulauan Natuna Diklaim Negara Lain, Yenny Wahid Sebut Lelaki Kurus

Dijelaskannya, setiap 10 persen dari jumlah alokasi dana desa dan dari hasil penjualan karcis masuk digunakan untuk membenahi Matangkaladan. Dana tersbut digunakan seperti memperbaiki jalan desa setapak menuju puncak, membangun toilet untuk kenyamanan pengunjung.

Jarak tempuh menuju puncak Matangkaladan sekitar seribu meter dari pangkalan ojek, pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas ojek menuju puncak. Satu kali perjalanan, pengunjung dikenakan biaya Rp 20 ribu.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved