Tajuk

Dipermudah dan Murah

CALON jemaah umrah, khususnya di Kalimantan Selatan, diharapkan bisa bersabar kalau keinginannya mengunjungi Tanah Suci

Dipermudah dan Murah
THINKSTOCK.COM
Kabah di Mekkah 

CALON jemaah umrah, khususnya di Kalimantan Selatan, diharapkan bisa bersabar kalau keinginannya mengunjungi Tanah Suci tidak bisa selancar sebelumnya. Pasalnya, Kerajaan Arab Saudi kini memberlakukan pemberlakuan aturan baru bagi muslim yang akan pergi ke negara mereka.

Sejak 24 Oktober 2018, semua pengajuan visa ke Arab Saudi harus menyertakan rekam biometrik untuk keperluan semua jenis layanan visa masuk ke sana. Padahal, sebelumnya hal tersebut tidak diberlakukan.

Kini, rekam data biometrik pun resmi menjadi syarat pengajuan visa umrah ke Arab Saudi, setelah negosiasi dengan para perwakilan asosiasi penyelenggara umrah Indonesia gagal memintakan kemudahan kepada bagi jemaah calon umrah negeri ini.

Sebelumnya, beberapa Perwakilan dari Asphurindo, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), dan Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), telah berangkat ke Arab Saudi untuk meminta penerapan aturan rekam biometrik ditunda.

Kegagalan negosiasi tersebut, membuat seluruh calon jemaah umrah Indonesia, termasuk di Kalsel, wajib lakukan rekam data biometrik melalui operator yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi, yaitu Visa Facilitation Services (VFS) TasHeel, jika ingin tetap berangkat ke Tanah Suci.

Kendalanya, di Kalimatan Selatan, kantor VFS TasHeel hanya ada di Kota Banjarmasin, tepatnya di Jalan Teluk Tiram Banjarmasin. Padahal, calon jemaah haji dari Banua tidak hanya berasal dari Kota Banjarmasin, tapi juga dari 12 kabupaten dan kota di Kalsel.

Bisa dibayangkan, semua calon jemaah haji di Kalsel harus datang ke Banjarmasin untuk merekam sidik jari dan wajah mereka. Di lain sisi, berapa biaya tambahan yang harus dikeluarkan agar bisa melakukan rekam bimetrik. Di VFD TasHeel mereka harus membayar 7 dolar AS atau sekitar Rp 120 ribu, ditambah biaya perjalan dari daerah asal, plus biaya menginap selama di berada di Banjarmasin.

Tentu semua biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum mendapat visa dari Kerajaan Arab Saudi harus ditanggung jemaah calon umrah.
Kendala lain, saat calon jemaah umrah tersebut meninggalkan pekerjaan mereka, tentu pimpinan atau bos mereka di daerah tempat tinggalnya tidak serta merta secara mudah memberikan izin. Apalagi pelaksanaan rekam biometrik harus dilakukan di hari kerja.

Sebaiknya, pihak VFS TesHeel segera membuka cabang-cabang mereka di ibu kota kabupaten yang ada di tiap provinsi. Harapannya, animo warga Indonesia, khususnya Kalsel, yang mayoritas adalah muslim tak terkendala saat ingin melaksanakan ibadah umrah.

Harapannya, niat baik calon jemaah umrah beribadah ke Tanah Suci tidak dipersulit oleh proses rekam biometrik dan biaya yang harus mereka keluarkan bisa lebih murah. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved