Pilpres 2019

Presiden Jokowi : Ulama Berkasus Jangan Dibilang Kriminalisasi, Habib Bahar Bin Smith Coba Kabur?

Presiden Jokowi : Ulama Berkasus Jangan Dibilang Kriminalisasi, Habib Bahar Bin Smith Coba Kabur?

Presiden Jokowi : Ulama Berkasus Jangan Dibilang Kriminalisasi, Habib Bahar Bin Smith Coba Kabur?
SETPRES/ AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf di Hotel Empire Palace Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Jokowi sekaligus petahana di Pilpres 2019 membuat pernyataan terkait adanya oknum ulama yang berkasus hukum. Pernyataan itu selang sehari pasca Habib Bahar Bin Smith ditahan Polda Jabar, Selasa (18/12/2019)

Bagi Pendamping KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, Joko Widodo, oknum ulama yang berkasus hukum jangan diartikan sebagai langkah kriminalisasi ulama oleh pemerintah.

"Ini jangan sampai karena ada kasus hukum terus yang disampaikan adalah kriminalisasi ulama," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan di Pilpres 2019, Rabu (19/12/2018), di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Jatim, seperti dikutip Antara.

Joko Widodo mencontohkan, ketika ada kasus pemukulan, maka hal itu urusannya akan diserahkan kepada aparat kepolisian.

Jokowi menegaskan tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang berjalan.

"Misalnya, mohon maaf, kalau ada yang memukuli orang, urusannya dengan polisi bukan dengan saya. Ya mesti seperti itu. Masa mukuli sampai berdarah-darah. Saya sih enggak ngerti. Mesti polisi bertindak kalau ada kasus hukum seperti itu. Kalau enggak ada kasus lalu dibawa ke hukum, ngomong saya. Kalau ada kasus hukum, ya saya sulit," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI itu menambahkan, pesta demokrasi dan perbedaan pilihan memang kerap kali menjadi penyebab terjadinya gesekan dan beda pandangan.

Presiden Joko Widodo (foto: panitia)
Presiden Joko Widodo (foto: panitia) ((Kompas.com/Fitria Chusna Farisa))

Oleh karena itu, ia berpesan agar perbedaan pilihan politik tidak kemudian memicu perpecahan.

"Marilah kita jaga persatuan kita, kita jaga ukhuwah Islamiyah kita, wathoniyah kita. Sudah sunatullah kepada Bangsa Indonesia. Jangan sampai ini biasanya ada sedikit gesekan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Ulama Madura untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf yang diselenggarakan atas dukungan Yenny Wahid melalui Konsorsium Kader Gusdur.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved