Menengok Tragedi 40 Tahun Lalu

Selamat dari Musibah Kecelakaan Pesawat setelah si Penumpang Terbangun dari Mimpi

Pesawat carteran Garuda Indonesia yaitu DC-8 63 CF kode LL001 TF FLA milik maskapai Loftleider Icelandic, Islandia, membawa jamaah calon haji

Selamat dari Musibah Kecelakaan Pesawat setelah si Penumpang Terbangun dari Mimpi
Banjarmasinpost.co.id/salmah
KH Drs Tabrani Basri dan Hj Rasidah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pesawat carteran Garuda Indonesia yaitu DC-8 63 CF kode LL001 TF FLA milik maskapai Loftleider Icelandic, Islandia, membawa jamaah calon haji Kalsel berangkat dari Embarkasi Surabaya ke Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat itupula yang membawa pulang jemaah haji ke tanah air, namun takdir mengharuskan pesawat tertimpa musibah yang menewaskan 175 penumpang dari total 264 penumpang.

Banyak jamaah di penerbangan itu yang merupakan kalangan pejabat pemerintahan di Kalsel dan Banjarmasin, anggota dewan, selain itu akademisi, pedagang dan lainnya.

Baca: 40 Tahun Lalu Banjir Air Mata di Makam Syuhada Haji Banjarbaru, Ini Fakta yang Terjadi

Baca: 6 Fakta Jalan Raya Gubeng Surabaya Ambles 50 Meter, Pembangunan RS hingga Suara Gemuruh

Baca: UPDATE - Terungkap Detik-detik Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Gempa Hingga Ada Teriakan Histeris

Dipaparkan KH Drs Tabrani Basri, saat kejadian itu ia berusia 40 tahun dan istrinya, Hj Rasidah berusia 38 tahun. Mereka termasuk rombongan haji dari Universitas Lambung Mangkurat.

"Saat itu kami 9 orang dari Unlam. Pembantu Rektor III bersama istri, Dekan Fakultas Hukum bersama istri, Dekan Fakultas Sospol juga bersama istri, saya dari Fakultas Ekonomi bersama istri dan seorang bendahara Unlam," ungkapnya.

Tukas Hj Rasidah, sebelumnya tak ada firasat jelek saat di tanah suci. Hanya saja, saat baru tiba di Madinah, ia sempat bermimpi pulang ke tanah air mengenakan pakaian ihram tanpa membawa barang apa-apa.

"Sepulang dari masjid di Madinah, kami duduk-duduk bersama rekan sekamar, ketika itu saya ceritakan mimpi saya dan mengundang tawa semua di situ," seloroh ibu lima anak ini.

Ujar salah seorang jamaah, H Asnawi, Pensiunan Kakanwil Diknas Kalsel, yang kemudian turut meninggal dalam peristiwa tragis itu, jika pulang berpakaian ihram dan dipeluk para cucu, maka busana bisa terlepas. Bagaimana jadinya dilihat orang.

Ketika bersiap pulang ke tanah air, Hj Rasidah juga melihat pesawat yang akan dinaiki itu seperti sudah tua, butut.

"Pesawatnya warna hijau daun, tapi saya lihat kok jelek, usang. Padahal itu pesawat yang sama kami tumpangi saat berangkat haji," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved