Pilpres 2019

Sikap Presiden Jokowi Ketika Kepulauan Natuna Diklaim Negara Lain, Yenny Wahid Sebut Lelaki Kurus

Sikap Presiden Jokowi Ketika Kepulauan Natuna Diklaim Negara Lain, Yenny Wahid Sebut Lelaki Kurus

Sikap Presiden Jokowi Ketika Kepulauan Natuna Diklaim Negara Lain, Yenny Wahid Sebut Lelaki Kurus
istimewa
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan perairan Natuna dari atas KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Capres petahana di Pilpres 2019, Joko Widodo menceritakan sikap yang diambilnya ketika Kepulauan Natuna diklaim oleh negara lain.

"Waktu ada klaim Kepulauan Natuna itu masuk Laut China Selatan, saya panas, saya bawa kapal perang ke Natuna," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Deklarasi Akbar Ulama Madura Bangkalan di Pilpres 2019, Rabu (19/12/2018), di Gedung Serba Guna Rato Ebuh, Bangkalan, Jatim, seperti dikutip Antara.

Jokowi mengatakan, saat itu ia ingin menunjukkan Kepulauan Natuna merupakan wilayah teritorial Indonesia.

Terlebih bahwa sekitar 169.000 penduduk yang seluruhnya WNI menempati wilayah Kepulauan Natuna tersebut.

Baca: Presiden Jokowi : Ulama Berkasus Jangan Dibilang Kriminalisasi, Habib Bahar Bin Smith Coba Kabur?

Baca: Penjelasan Resmi Tri Rismaharini Soal Jalan Gubeng Ambles, Umumkan Pengalihan Arus

Baca: Sindiran Prabowo Soal Dana Kampanye Pilpres 2019 Dinilai Wajar, Riza : Petahana Bagi-bagi Proyek

Baca: Saksi Mata Lihat Detik-detik Jalan Gubeng Ambles di Surabaya, Dengar Dentuman Keras

"Saya sampaikan Natuna itu di daerah teritorial Indonesia. Karena penduduk Natuna itu 169.000 penduduk Indonesia," ungkapnya.

Ia menekankan, siapapun yang menentang hal itu, maka Pemerintah RI siap menghadapinya.

"Kalau mau ajak berantem, ya kita ramai-ramai, kalau ada yang macam-macam," ucapnya.

Sebelumnya pada acara yang sama, Yenny Wahid menilai, Jokowi sebagai sosok yang meskipun kurus, tetapi memiliki mental yang sangat kuat.

"Ada seorang laki-laki kurus menaiki kapal perang, kapal itu mengarungi Natuna. Apa yang dilakukan laki-laki itu? Dia mengambil air wudhu di Samudera yang luas. Maknanya apa? Tekad dari pemimpin Indonesia untuk menegakkan teritorial bangsa kita," paparnya.

Presiden Joko Widodo didampingi oleh Panglima TNI dan KSAU sempat mencoba masuk dan duduk di cockpit pesawat tempur Sukhoi SU-30 di tarmack Bandar Udara Ranai, sebelum menyaksikan manuver latihan tempur Angkasa Yudha 2016, bertempat di Bandar Udara Ranai, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016).
Presiden Joko Widodo didampingi oleh Panglima TNI dan KSAU sempat mencoba masuk dan duduk di cockpit pesawat tempur Sukhoi SU-30 di tarmack Bandar Udara Ranai, sebelum menyaksikan manuver latihan tempur Angkasa Yudha 2016, bertempat di Bandar Udara Ranai, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (6/10/2016). (PRESIDENTIAL PALACE/Agus Suparto)

Bahkan ketika terjadi persengketaan dengan Tiongkok terkait klaim perairan Natuna, ketika negara lain hanya mengirimkan "lawyer" ke pengadilan internasional, kata Yenny, justru berbeda dengan yang dilakukan Jokowi.

"Tapi tidak, laki-laki kurus ini. Dia bermaklumat bahwa Indonesia itu negara berdaulat," kata Yenny.

Pada kesempatan itu, Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Ulama Madura untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf yang diselenggarakan atas dukungan Yenny Wahid melalui Konsorsium Kader Gusdur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Natuna Diklaim, Saya Panas, Saya Bawa Kapal Perang"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved