Kampusiana

Alumnus Uniska Harus Melek Teknologi Dan Siap Membangun Daerah

Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin dan Wisuda, digelar Kamis (20/12) di Gedung Sultan

Alumnus Uniska Harus Melek Teknologi Dan Siap Membangun Daerah
banjarmasin post group/ salmah saurin
Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin dan Wisuda, digelar Kamis (20/12/2018) di Gedung Sultan Surianyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin dan Wisuda, digelar Kamis (20/12) di Gedung Sultan Surianyah.

Pada acara bertema Uniska Hijrah Menuju Revolusi Industri 4.0 itu sebanyak 1.303 sarjana S1 dan 57 magister S2 diwisuda.

Hadir Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang juga alumnus Uniska. Dikatakannya Revolusi Industri 4.0 mengharuskan kita melek teknologi.

"Ilmu di bangku kuliah harus diaplikasikan, karena tak terbantahkan lagi saat ini zaman teknologi digital. Tapi asal ada kemampuan, saya yakin akan lahir kemampuan," ujarnya menyemangati.

Baca: Ucapan Via Vallen Saat Diperiksa Polisi Terkait Endorse Kosmetik Ilegal Sama Seperti Nella Kharisma

Baca: Sikap Wali Kota Surabaya Saat Datangi Lokasi Jalan Gubeng Ambles, Risma Pucat dan Cedera Kaki

Baca: Pelaku Pembunuhan Wanita Cantik di Apartemen Kebagusan City Ditangkap, Polisi : Sabar Ya

Baca: Respons Moeldoko Soal Institusi Siluman Jadi Dalang Bendera Partai Demokrat Dirusak di Pekanbaru

Dikatakam pula peran laki-laki dan perempuan itu seimbang dalam pembangunan. Sebab tanpa peran perempuan maka membangun itu tidak mudah.

"Apalagi banyak wisudawan IPK bagus dari kalangan perempuan, sebab itu semua harus siap-siap berperan dalam membangun daerah dan negara," tandasnya.

Diingatkan Sahbirin, peran dalam pembangunan itu tak mesti harus jadi ASN atau pegawai negeri. Tapi bisa di segala bidang profesi. Makanya harus berinovasi menciptakan peluang kerja.

"Seleksi ASN itu persaingannya ketat, ada regulasi pemerintah pusat. Sebab itu kreatiflah, mandiri, jangan tergantung profesi ASN," pesannya.

Rektor Uniska Muhammad Arsyad Al Banjari, Abdul Malik SPt MSi PhD, menyampaikan, arus global tak terbendung dengan teknologi canggihnya.

"Era revolusi industri 4.0 mengutamakan pola digital, artificial intelegency, robotic dan sebagainya. Sebab itu kita harus siap menghadapinya," urainya.

Baca: Curhat Maman Abdurahman Usai Disebut Andi Darussalam Terlibat Pengaturan Skor Piala AFF 2010

Tiga kemampuan harus dimiliki agar dapat bersaing di dunia kerja, yaitu literasi data dikuasai karena saat ini semua serba online. Harus mampu encerna dan menganalisis.

Kemudian literasi teknologi agar mampu bersaing dengan lulusan lain. Selanjutnya literasi humanity yaitu konektivitas dengan kolega dan teman sesama pengetahuan, bertukar pikiran dalam perkembangan dunia di masing program studi.

"Peluang dan tantangannya besar. Peran kerja manusia setahap demi setahap diambil alih mesin otomatis yang berdampak pada jumlah pengangguran sehingga harus disiasati, jangan hanya jadi penonton tapi jadilah subyek," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved