Pilpres 2019

Elektabilitas Jokowi di Jatim Jelang Pilpres 2019 Diungkap Khofifah, Prabowo?

Elektabilitas Jokowi di Jatim Jelang Pilpres 2019 Diungkap Khofifah, Prabowo?

Elektabilitas Jokowi di Jatim Jelang Pilpres 2019 Diungkap Khofifah, Prabowo?
tribunwow.com
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Elektabilitas pasangan Capres-Cawapres jelang Pilpres 2018 antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno terus jadi perhatian.

Sebagai basis pemilih yang besar, Provinsi Jawa Timur diyakini menjadi lumbung suara di Pilpres 2019 bagi pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno

Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa menyatakan saat ini elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin jelang Pilpres 2019 berkisar di antara 57 hingga 61 persen.

Hal itu disampaikan Khofifah saat ditemui di acara deklarasi JKSN DKI Jakarta untuk memenangkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Baca: Ayu Ting Ting Menangis Usai Melihat Isi Kotak yang Dibawa Ruben Onsu, Apa Isinya?

Baca: Reaksi Hotman Paris Saat Mobil Lamborghini Miliknya Diderek Saat Mau ke Kopi Joni

Baca: Kemenpan RB Umumkan Jadwal Penerimaan Pegawai Honorer, Tak Mirip CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id

Baca: Kapolri Tito Karnavian Siap Tangkap Mafia Pengaturan Skor, Akun Maman Abdurrahman Diserbu

"Kebetulan saya 3 hari lalu hadir dalam rilis sebuah survei pada posisi bulan Oktober tapi baru dirilis kemarin itu 57 persen kemarin. Tapi ada survei bulan November 61 persen. Jadi ada undecided voters masih 21 persen di Jatim (Jawa Timur)," papar Khofifah.

Dari elektabilitas tersebut, kata Khofifah, sejatinya masyarakat yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi berdasarkan survei sejumlah lembaga berada di kisaran 70 persen.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terlihat di kediaman almarhum KH Hasyim Muzadi di komplek Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/3/2017). KH Hasyim Muzadi meninggal karena sakit dan akan dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al Hikam II Depok.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa terlihat di kediaman almarhum KH Hasyim Muzadi di komplek Pondok Pesantren Al Hikam II, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/3/2017). KH Hasyim Muzadi meninggal karena sakit dan akan dikebumikan di komplek Pondok Pesantren Al Hikam II Depok. (kompas.com)

Ia pun mengatakan dari berbagai survei pula dinyatakan bahwa pemilih di Jatim cenderung rasional, bahkan paling rasional dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Dengan demikian, kata Khofifah, pemilih di Jatim sangat mengedepankan program yang ditawarkan kepada mereka untuk menentukan pilihan.

Karena itu, kata Khofifah, nantinya pendekatan yang dilakukan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Jatim dengan menyinergikan kampanye dan keberhasilan Jokowi.

Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) berpelukan dengan Calon Presiden Joko Widodo usai mengikuti acara Deklarasi Pilpres Berintegritas dan Damai, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014) lalu.
Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) berpelukan dengan Calon Presiden Joko Widodo usai mengikuti acara Deklarasi Pilpres Berintegritas dan Damai, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014) lalu. (Tribunnews/Dany Permana)

"Pemilih melakukan identifikasi memilih calon presiden, satu, karena program, dua, karena kelayakan dan tiga karena fatwa ulama. Ini tiga besar apa yang menjadi dasar pemilih Jatim memilih pemimpinnya," kata Khofifah.

"Rasanya kalau ini bisa efektif dilakukan proses pendekatan yang bersinergi, rasanya Pak Jokowi akan mendapatkan kemenangan yang signifikan di Jatim," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Khofifah Sebut Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jatim 61 Persen"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved