Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Mengamuk dan Acungkan Sebilah Parang, Pria HST Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Mengamuk dan Acungkan Sebilah Parang, Pria HST Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Mengamuk dan Acungkan Sebilah Parang, Pria HST Ini Akhirnya Ditangkap Polisi
istinmewa
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Seorang warga Desa Pandanu Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah ditangkap, setelah mengamuk sambil mengacungkan senjata tajam jenis parang, di Desa Arang Arang Kecamatan Labuanamas Selatan Hulu Sungai Tengah.

Beruntung tak ada warga yang sempat dilukai, karena warga setempat dengan cepat melaporkannya ke Polsek Labuanamas Selatan. Meski demikian, kelakuan pria berinisiap SS tersebut, sempat membuat warga ketakutan.

Humas Polres HST, Bripka M Husaini, Kamis (20/12/2018) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi 18 Desember 2018, pukul 16.30 Wita. Tersangka berhasil ditangkat setelah dibujuk anggota POlsek dan tokoh masyarakat setempat agar menyerahkan diri, setelah sempat lari ke sawah.

Dijelaskan, awalnya, warga melaporkan, ada orang mengamuk membawa sebilah parang.

Baca: Jalan Gubeng Ambles Ungkap Fakta-fakta Baru, Mulai Sesar Waru, Sikap Polisi dan Penyebab

Baca: Andi Darussalam : Final Piala AFF 2010 Aneh, Seret Eks Pemain Persib Bandung Maman Abdurrahman?

Baca: Home Alone Terbaru Jadi Trending Jelang Natal 2018, Macaulay Culkin Perankan Kevin McAllister Dewasa

Baca: Angel Lelga Bongkar Prahara Pernikahan dengan Vicky Prasetyo, Mahar Rp 12 Juta dan Berlian Hilang

“Anggota Polsek LAS segera mendatangi tempat kejadian. Saat di lokasi, TKP, tersangka melarikan diri ke persawahaan. Setelah dikejar, anggota polsek berhasil membujuknya agar menyerah saja dibantu warga dan tokoh masyarakat setempat, dia akhirnya menyerahkan diri. Termasuk menyerahkan parang yang dibawanya,”kata Husaini.

Tersangka dan barang bukti, jelas Husaini akhirnya  dibawa ke Polsek LAS untuk proses hukum.  Dia dijerat paal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata tajam, dengan ancaman hukuman maksimal penjara 10 tahun. Menurut Husaini, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, sudah sering mengimbau masyarakat agar warga menjauhi minuman keras, dan membawa senjata tajam. “Sebab, jika dua hal tersebut dilakukan, ujung-ujungnya pelakunya bakal dipenjara dengan ancaman hukuman berat,”katanya.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved