Berita Banjarmasin

Hiswana Migas Tegaskan Suplai Elpiji Cukup, Banyak Dibeli warga Mampu, Warga Miskin Jadi Korban

KETUA Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Syaibani memastikan suplai elpiji ke 11 kabupaten kota

Hiswana Migas Tegaskan Suplai Elpiji Cukup, Banyak Dibeli warga Mampu, Warga Miskin Jadi Korban
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Jumat (21/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KETUA Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Provinsi Kalsel, Syaibani memastikan suplai elpiji ke 11 kabupaten kota di provinsi ini cukup dan aman sepanjang tidak ada penyelewengan atau pergeseran pemakaian ke orang mampu.

“Kita menambah suplai untuk Kalsel setiap hari itu 4 sampai 6 persen. Tak mungkin langka,” kata Syaibani.

Menurutnya, Hiswana Migas Kalsel menyuplai 350 ton per hari untuk elpiji 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg untuk keperluan Kalsel.

Nah perinciannya, untuk suplai se-Kalsel per hari untuk elpiji subsidi itu sebanyak 250 ton per hari dan 100 ton per hari untuk elpiji 12 kg dan 5,5 kg.

“Saya amati saat ini ada pergeseran pemakaian elpiji warga miskin atau subsidi ke pemilik rumah makan, restoran dan hotel. Padahal, elpiji subsidi itu untuk warga miskin,” katanya.

Baca: Tanggapi Ular King Kobra yang Sempat Viral di Kapuas, Begini Ulasan Panji Petualang

Baca: Respons Ibunda Cinta Laura Saat Anaknya Diminta Netizen Wakili Indonesia ke Miss Universe 2019

Baca: Jawaban Via Vallen Saat Ditanya Besaran Tarif Endorse dari Produk Kosmetik Ilegal

Baca: Link Pengumuman Hasil Tes SKD dan SKB Kementerian PUPR CPNS 2018, Cek Namamu di Sini!

Baca: Sifat Asli Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Dibongkar Istri Denny Cagur

Dijelaskannya, berdasarkan UU no 20 Tahun 2008 dan Perpres No 104 Tahun 2007, Permen SDM No 26 Tahun 2009, maka peruntukkan elpiji tiga kilogram hanya rumah tangga berpenghasilan tak lebih dari Rp 1 juta per bulan dan usaha memiliki omset 300 juta per tahun dilarang memakai elpiji subsidi.

Dijelaskannya, elpiji subsidi itu hanya boleh dibeli oleh warga dengan penghasilan maksimal Rp1 juta per bulan.

Namun kenyataannya PNS hingga pegawai swasta hampir semua membeli elpiji subsidi.

“Bisa dipastikan kalau ini dibiarkan, maka warga miskin tak akan kebagian elpiji subsidi. Kasihan mereka. Kita ngga bisa berbuat apa-apa. Kecuali, pihak pemkab dan pemko se-Kalsel dibantu kepolisian membuat sikap tegas,” katanya.

Diakuinya, kuota elpiji subsidi di Kalsel terbatas.

Kalau rumah makan, PNS, pegawai swasta, usaha laundry untuk memakai elpiji subsidi, dipastikan akan terjadi keresahan dan gejolak di masayarakat.

“Bagi restoran, hotel, rumah makan, PNS, pegawai swasta yang kedapatan memakai elpiji subsidi tolong diambil tindakan tegas. Jadi ngga ada kelangkaan elpiji subsidi. Namun kenyataannya yang terjadi elpiji subsidi dipakai orang mampu,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved