Kaleidoskop 2018

Kaleidoskop 2018: Momen Paling Berkesan di Asian Games 2018 saat Indonesia Jadi Tuan Rumah

Kaleidoskop 2018: Momen Paling Berkesan di Asian Games 2018 saat Indonesia Jadi Tuan Rumah.

Kaleidoskop 2018: Momen Paling Berkesan di Asian Games 2018 saat Indonesia Jadi Tuan Rumah
(Inasgoc)
Opening Ceremony Asian Games 2018, Sabtu, (18/8/2018). 

Setelah menyalami kedua capres itu, Hanifan mengajak kedua tokoh tersebut berpelukan bersama sembari membawa bendera Merah Putih.

Penonton yang hadir sontak bersorak sorai gembira menyaksikan momen tersebut.

5. Aksi Pebulu Tangkis Jonathan Christie yang Tak Terlupakan

Atlet yang jadi sorotan Dua atlet bulu tangkis menjadi sorotan publik selama penyelenggaraan Asian Games.

Pertama, Anthony Sinisuka Ginting. Ia memperlihatkan perjuangan keras melawan Shi Yuqi pada partai pertama laga final kategori beregu Asian Games 2018.

Anthony memang gagal menyumbang poin untuk Indonesia. Dia terpaksa mundur karena mengalami keram kaki.

Kendati demikian, perjuangannya melawan Shi Yuqi berhasil mencuri perhatian masyarakat Indonesia

Selanjutnya adalah Jonatan Christie. Ia berhasil menyumbang satu medali emas untuk Indonesia setelah menundukkan lawannya asal Taiwan, Chou Tien Chen, pada babak final cabang bulu tangkis nomor individu putra Asian Games 2018 pada Selasa (28/8/2018).

Setelah pertandingan, pria yang akrab dipanggil Jojo itu langsung melakukan selebrasi dengan membuka bajunya sehingga seisi Istora Senayan dibuat bergemuruh.

Selebrasi membuka baju ini dilakukan Jojo sejak bermain di partai semifinal pada Asian Games 2018. Jojo mengaku hanya spontan ketika mengganti baju saat di lapangan.

6. Perolehan Medali Indonesia

Prestasi Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 juga diberengi dengan pencapaian medali para atlet.

Indonesia berhasil menduduki peringkat keempat dengan total perolehan 98 medali. 

Keseluruhan medali tersebut terdiri dari 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Total medali itu diperoleh Indonesia dari 25 cabang olahraga (cabor). 

Pencapaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan Presiden, yakni memperoleh 16 medali emas dan masuk 10 besar. 

Pencapaian itu juga merupakan prestasi terbaik Indonesia sejak terlaksananya Asian Games pertama di New Delhi pada 1951.

Sebelumnya, pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Indonesia berada di posisi ke-17.

Atlet taekwondo putri, Defia Rosmaniar, merupakan atlet penyumbang medali emas pertama bagi Indonesia.

 Banjarmasinpost.co.id/noor masrida

Penulis: Noor Masrida
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved