Berita Hulu Sungai Tengah

Pelaku Tindak Pidana di Bawah Umur Tak Lagi Diperiksa di Ruang Satreskrim, Tapi di Ruang Nyaman Ini

Tersangka tindak pidana yang masih anak di bawah umur, di Polres Hulu Sungai Tengah tak lagi diperiksa di ruang Satreskrim.

Pelaku Tindak Pidana di Bawah Umur Tak Lagi Diperiksa di Ruang Satreskrim, Tapi di Ruang Nyaman Ini
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Kasatreskrim Polres HST Iptu Sandi (berkemeja putih), dan tim kesehatan dari Dinkes HST di RPK Perempuan dan Anak , menangani seorang pelajar MTs Mualimin yang pingsan ketika mengikuti apel gelar pasukan operasi Lilin Intan 2018, Jumat (21/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tersangka tindak pidana yang masih anak di bawah umur, di Polres Hulu Sungai Tengah tak lagi diperiksa di ruang Satreskrim.

Ada ruang khusus ramah anak, yang dibangun di jejeran ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan ruang pelayanan SKCK.

Ruang khusus tersebut adalah ruang pelayanan khusus (RPK) Perempuan dan Anak. Ruang tersebut, dilengkapi tempat bermain anak, serta pojok untuk menyusui bagi perempuan.

Kasatreskrim Polres HST IPtu Sandi, kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (21/12/2018) menjelaskan ruang tersebut sudah beberapa bulan lalu terpisah dari ruang pemeriksaan dewasa. Di dalam ruang tersebut dindingnya dihiasi seperti kamar anak-anak pada umumnya. Ada gambar stiker binatang, mainan boneka, mobil-mobilan serta mainan lainnya.

Baca: Respons Najwa Shihab Diminta Memilih Jokowi atau Prabowo Subianto, Raut Wajah Berubah

Sedangkan pojok untuk perempuan menyusui di dalam ruang tersebut diberi gorden, yang di dalamnya dilengkapi tempat duduk. “Untuk tempat menyusui ini, biasanya digunakan untuk perempuan yang bawa bayi saat berurusan ke Kantor Polres. Seperti membuat SIM, ataupun membuat pengaduan. Tujuan kami untuk memenuhi hak perempuan yang menyusui agar tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya,”kata Sandi.

Disebutkan, RPK Perempuan dan Anak, merupakan bagian dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Satuan Reskrim Polres HST. Dengan tersedianya ruang yang nyaman bagi anak-anak dan perempuan, jelas Sandi, diharapkan kepentingan anak, yang harus dilindungi psikologisnya terpenuhi. Demikian pula bagi perempuan, khususnya korban kekerasan dalam rumah tangga maupun akibat tindak pidana yang memerlukan penanganan khusus. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved