Berita Banjarmasin

Penjelasan Bank Indonesia Larang Gunakan Uang Sebagai Mahar Bentuk Miniatur

Penjelasan Bank Indonesia Larangan Gunakan Uang Sebagai Mahar Bentuk Miniatur

Penjelasan Bank Indonesia Larang Gunakan Uang Sebagai Mahar Bentuk Miniatur
banjarmasinpost.co.id/airul syahrif
Jasa rias mahar pengantin di Jalan Veteran Sungai Bilu Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satu di antara syarat sah nikah di dalam hukum Islam adalah mahar. Selain perlengkapan ibadah atau perhiasan, pecahan uang kertas atau logam juga jadi pilihan masyarakat.

Biasanya uang dibentuk dengan berbagai macam seperti minatur masjid, bunga, dan banyak lainnya agar memberi kesan menarik.

Membentuk beragam miniatur uang dalam mahar, para perajin mahar menggunakan pecahan uang kertas yang ering dilipat, dilem, atau yang lebih ekstrem hingga digunting.

Padahal di dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011, terdapat larangan merusak uang dengan sengaja. Bahkan sangsi pidananya penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Baca: Link Pengumuman Hasil Tes SKD dan SKB Kementerian PUPR CPNS 2018, Cek Namamu di Sini!

Baca: Sifat Asli Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Dibongkar Istri Denny Cagur

Baca: Andi Soraya Menikah 4 Kali, Pernikahannya dengan Artis Ini Disebut Paling Awet

Baca: Jadwal Penerimaan Honorer Ditetapkan Kemenpan RB, Beda dengan CPNS 2018, Cek Syaratnya

Ditegaskan, Manajer Humas KPw BI Kalsel, Abdul Haris, pada Pasal 25 ayat (1) setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.

"Sebaiknya jangan memakai uang dalam mahar, karena uang untuk alat transaksi," ujar Haris.

Ditambahkan Staff Unit Pengelolaan Uang Rupiah BI Kalsel, Nampati Ginting, bahwa pembuatan mahar menggunakan uang memang tidak diperbolehkan.

Mahar dapat dihias dengan berbagai macam bentuk
Mahar dapat dihias dengan berbagai macam bentuk (banjarmasinpost.co.id/maulana)

"Kalau ringkasnya, memang pembuatan mahar itu tidak diperbolehkan, karena bisa saja merusak fisik uang," katanya.

Sementara itu, menurut satu di antara perajin mahar di Banjarmasin, Nina, kebanyakan ia menggunakan uang kertas sebagai mahar.

"Biasanya pakai uang kertas dilipat-lipat dibentuk miniatur gitar, mesjid, kipas, kapal, dan buket," ujarnya.

Baca: Reino Barack Disebut Lamar Syahrini, Cek Konsep Pernikahan Princes & Mantan Luna Maya Itu

Baca: Penjelasan KH Maruf Amin Terkait Sakit yang Dideritanya Jelang Pilpres 2019

Dalam mengkreasikan uang di dalam mahar, biasanya ia selalu menggunakan uang asli. "Kalau ada permintaan konsumen memakai duit mainan, maka saya menggunakan uang mainan, tapi kalau tidak saya memakai uang asli yang masih baru," sebutnya.

Hal berbeda diungkapkan perajin mahar lainnya di Banjarmasin, dikatakan Risma, ia selalu menggunakan uang mainan untuk mengkreasikan mahar.

"Karena saya pernah baca berita bahwa tidak boleh menggunakan uang asli di mahar, karena bisa merusak uang," kata dia.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved