Berita Hulu Sungai Selatan

Polres HSS Difogging, ini Tiga fase Demam Berdarah yang Perlu Diperhatikan

Kasus demam berdarah dengue (DBD) turut menjadi perhatian serius Polres Hulu Sungai Selatan (HSS).

Polres HSS Difogging, ini Tiga fase Demam Berdarah yang Perlu Diperhatikan
Humas Polres HSS
fogging di Polres HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kasus demam berdarah dengue (DBD) turut menjadi perhatian serius Polres Hulu Sungai Selatan (HSS).

Ancaman DBD bagi masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) cukup mengkhawatirkan.

Sehingga Polres HSS juga melakukan pencegahan hingga pembasmian nyamuk penyebab DBD.

Petugas kesehatan Polres HSS Brida Afrida dan Bripda Priti dibantu petugas dari Dinas kesehatan melakukan pengasapan atau fogging di Lingkungan Kantor Polres HSS untuk membasmi nyamuk Aideis Aygety.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya melalui Kasubbag Humas Iptu Ghandi R mengatakan bahwa pengasapan dilakukan sebagai bentuk pencegahan adanya DBD di lingkungan Polres HSS.

Baca: Buka-bukaan Baim Wong Soal Malam Pertama dengan Paula Verhoeven, Pengen Cepat Hamil!

Baca: Nia Ramadhani Ikut Endorse Kosmetik Derma Skin Care, Simak Biaya Perawatan Tubuhnya Ratusan Juta

Baca: Simak Tradisi Unik Natal di Kerajaan Inggris, Hadiah dari Ratu untuk 500 Staf

Baca: Akhirnya Surat Wasiat Suzanna Sebelum Kematiannya Diungkap ke Publik, Ini Isi Lengkapnya

"Dengan pengasapan itu diharapkan jentik dan nyamuk Aedes aygefty bisa mati dan tidak berkembang biak," katanya, Jumat, (21/12).

Sementara itu, Dinas kesehatan Kabupaten HSS terus melakukan sosialisasi dan antisipasi bahaya DBD yang mengancam masyarakat HSS.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih mengatakan ada tiga fase demam berdarah.

Gejala pertama fase demam, penderita akan mengalami demam tinggi secara tiba-tiba selama dua hingga tujuh hari disertai sakit kepala, nyeri otot, mual dan muntah.

Fase kedua yakni fase kritis. Fase ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh, penderita merasa sembuh dan dapat beraktivitas kembali.

Bila fase ini terabaikan dan tidak segera mendapat pengobatan maka trombosit pasien akan turun secara drastis dan dapat mengakibatkan perdarahan.

Fase selanjutnya yakni fase penyembuhan.

Bila pasien berhasil melewati fase kritisnya maka akan merasakan demam kembali, pada kondisi ini trombosit akan perlahan naik dan normal kembali.

"Untuk itu segera berobat ke faskes apabila mengalami gejala demam, sakit kepala, mual atau muntah. Jangan menunggu munculnya bintik merah pada kulit karena itu sudah masuk ke fase kritis," jelasnya.

Selain kegiatan fogging yang terus rutin dilakukan di sejumlah wilayah di Kabupaten HSS, melalui puskesmas di masing-masing desa juga menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kegiatan PSN dilakukan melalui gerakan 3M yakni menutup, menguras, dan mengubur untuk memberantas penyakit demam berdarah.

Kegiatan tersebut merupakan tindakan pencegahan penyebaran demam berdarah yang dapat dilakukan secara mandiri.

Selain itu juga dilakukan pembagian bubuk Abate

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved