Berita Hulu Sungai Selatan

Ruang Kelas yang Ambruk di HSS Dipasangi Garis Polisi, Tim Tipikor Pun Turun Tangan

Satu ruang kelas SMKN 1 Daha Selatan yang berada di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang ambruk pekan lalu turut menjadi

Ruang Kelas yang Ambruk di HSS Dipasangi Garis Polisi, Tim Tipikor Pun Turun Tangan
Warga Daha Selatan untuk Banjarmasinpost.co.id
Ruang kelas SMKN 1 Daha Selatan yang berada di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ambruk. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Satu ruang kelas SMKN 1 Daha Selatan yang berada di Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang ambruk pekan lalu turut menjadi perhatian Polres HSS.

Lokasi ruang kelas yang ambruk bahkan sempat di police line oleh Satreskrim Polres HSS. Selain itu sejumlah pihak juga dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres HSS.

Kasat Reskrim Polres HSS AKP Susilo mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan ambruknya satu ruang kelas di SMKN 1 Daha Selatan.

"Masih dalam proses penyelidikan oleh tim Tipikor Satreskrim Polres HSS," katanya, Jumat, (21/12).

Disinggung apakah ada unsur kelalaian terkait dengan pembangunan ruang kelas itu, pihaknya masih belum bisa menyebutkan dan masih melakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur yang ada terkait dengan ambruknya ruang kelas itu.

Baca: Ramai Kabar Lamaran, Syahrini dan Reino Barack Posting Hal Serupa, Luna Maya Malah Pamer Ini

Kepala SMKN 1 Daha Selatan Mulkan mengatakan ruang kelas yang ambruk memang sempat di police line. Dirinya juga sempat dimintai keterangan oleh pihak berwajib. Dijelaskannya bahwa saat pembangunan ruang kelas itu, dia belum menjabat sebagai Kepala sekolah.

"Dinas Pendidikan Provinsi juga sudah datang melihat langsung kondisi ambruknya ruang kelas," katanya.

Baca: Pertengkaran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Dibongkar Syahnaz Sadiqah, Nia Ramadhani Syok!


Pihaknya langsung berkoordinasi dan berharap ruang kelas yang ambruk bisa segera diperbaiki. Mengingat ruang kelas itu memang digunakan untuk proses belajar mengajar.

Total siswa di SMKN 1 Dasel ada 525 siswa. Idealnya untuk 18 kelas. Namun ruang kelas yang ada hanya 15 ruang termasuk dengan ruangan yang ambruk.

Baca: Cek Syarat Penerimaan CPNS 2018 Dari Tenaga Honorer Berdasarkan Aturan KemenPAN RB

"Kekurangan kelas yang ada kita siasati dengan menggunakan ruang lain yang masih bisa digunakan. Seperti musahala dan ruangan gudang lainnya," katanya.

Saat ini para siswa tidak menjalani proses belajar mengajar karena sedang libur semester. Siswa libur mulai 21 Desember dan aktif belajar lagi pada 7 Januari mendatang.

"Kita berharap ruang kelas yang ambruk bisa segera diperbaiki. Kita juga sudah meminta police line dilepas karena akan mengangkat kursi dan meja agar tidak rusak karena terlalu lama terendam air," tambahnya.

Sekadar diketahui, Ruangan kelas yang masih digunakan untuk proses belajar mengajar di SMKN 1 Daha Selatan ini runtuh pada Jumat, (14/12) siang.

Beruntung saat ambruknya ruang kelas tidak ada proses belajar mengajar karena para siswanya sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

Ruangan yang ambruk itu masih aktif digunakan untuk proses belajar mengajar para siswa kelas XI jurusan teknik permesinan II dengan jumlah siswa 32 orang.

Satu ruangan kelas tambahan yang ambruk itu merupakan bangunan sekitar sembilan tahun lalu, bantuan pembangunan dari provinsi Kalsel (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved