PT Adaro Indonesia

PT Adaro Indonesia Raih IMA Award 2018, Kontribusi PNBP Mencapai Rp 4,2 Triliun

PT Adaro Indonesia mendapat penghargaan sebagai pembayar PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) terbesar

PT Adaro Indonesia Raih IMA Award 2018, Kontribusi PNBP Mencapai Rp 4,2 Triliun
adaro energy
PT Adaro Indonesia mendapat penghargaan sebagai pembayar PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) terbesar dalam Indonesian Mining Association (IMA) Award 2018 di Jakarta, 

BANJARMASINPOST.CO.ID - PT Adaro Indonesia mendapat penghargaan sebagai pembayar PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) terbesar dalam Indonesian Mining Association (IMA) Award 2018 di Jakarta, belum lama tadi. Tahun 2018, Adaro menyumbang PNPB sebesar Rp 4,2 triliun.

Ketua IMA, Ido Hutabarat menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada anggota perusahaan tambang dan industri pendukung atas kinerja yang dihasilkan.

"Pencapaian di sektor pertambangan, baik soal lingkungan, tenaga kerja, maupun kontribusinya bagi negara patut diapresiasi, karena hal ini merupakan bentuk komitmen dan hasil kerja keras perusahaan-perusahaan yang ada di sektor pertambangan. IMA Awards juga bertujuan untuk memberikan motivasi bagi semua pihak agar dapat meningkatkan kinerja masing-masing," kata Ido.

 

Ido menyatakan bahwa pada periode 31 Agustus 2018, realisasi PNBP sektor minerba tercatat mencapai Rp 32,2 triliun atau 101 % dari target di APBN 2018 yaitu sebesar Rp 32,09 triliun. Sementara untuk tahun 2019, pemerintah telah mencanangkan target PNBP minerba sebesar Rp 41,82 triliun.

Menurut Febriati Nadira, Corporate Communication Division Head PT Adaro Energy, sebagai perusahaan nasional, Adaro berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia melalui pajak dan royalti. Tahun 2017 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total US$ 774 juta.

“US$ 346 juta dalam bentuk royalti dan US$ 428 juta dalam bentuk pajak,” terangnya.

Febriati mengatakan, Dirjen Pajak juga telah mengukuhkan Status Wajib Pajak (WP) terhadap PT Adaro Indonesia sebagai WP Kriteria Tertentu (WP Patuh) untuk periode 1 Januari 2018 sampai 31 Desember 2019.

Adapun untuk memenuhi syarat sebagai WP Patuh, serangkaian kriteria aturan yang ketat dalam pelaporan pajak harus dipenuhi termasuk kepatuhan terhadap pembayaran pajak dan laporan keuangan status wajar tanpa pengecualian selama tiga tahun terakhir. Selain itu WP tidak pernah melakukan tindak pidana perpajakan dalam lima tahun terakhir.

“Sebagai WP Patuh, PT Adaro Indonesia mendapat keistimewaan untuk menerima pendahuluan kelebihan pajak sebelum diselesaikannya pemeriksaan oleh kantor pajak,” pungkasnya. (aol)

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved