Pilpres 2019

Ketika Ma'ruf Amin Bilang Ingin Agama Tak Jadi Komoditas Politik, 'Itu Kan Ujaran Kebencian'

Calon Wakil Presiden atau Cawapres 2019 nomor urut 1, KH Maruf Amin, menginginkan agar agama tak menjadi komoditas politik.

Ketika Ma'ruf Amin Bilang Ingin Agama Tak Jadi Komoditas Politik, 'Itu Kan Ujaran Kebencian'
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Cawapres nomor urut 01 Maruf saat berbincang santai dengan wartawan di kediamannya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Calon Wakil Presiden atau Cawapres 2019 nomor urut 1, KH Maruf Amin, menginginkan agar agama tak menjadi komoditas politik.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menerima kunjungan Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (DMI) di kediamannya di Menteng, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

"Ya kami kan memang mengusung agar agama itu tidak dijadikan komoditi politik, kemudian jangan gunakan forum-forum dai atau khatib sebagai sarana untuk menyampaikan dengan cara-cara yang kasar dan tidak santun. Itu kan ujaran kebencian," kata Ma'ruf.

Karena itu, kata Ma'ruf, peran khatib sangat penting untuk menyampaikan pesan-pesan agama dengan baik dan santun.

Baca: KABAR GEMBIRA - PLN Buka Lowongan Buat Lulusan D3, D4, dan S1, Batasnya 4 Januari 2019, Ini Linknya!

Baca: UPDATE TSUNAMI- Beredar Surat Peringatan Air Pasang Capai 1,7 Meter di WhatsApp, Ini Penjelasan BMKG

Baca: Fakta-fakta Keganasan Tsunami Selat Sunda, dari Video Detik-detik hingga Artis yang Jadi Korban

Ia menyambut baik kedatangan Ikatan Khatib DMI yang hendak mengedukasi para khatib untuk berceramah dengan baik dan santun.

Ia menambahkan, khatib merupakan ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sebab ia memiliki hak untuk berceramah dalam berbagai forum. Melalu khatib yang baik, kata dia, kerukunan dan kedamaian akan tercapai.

"Karena itu saya menyambut baik para khatib (di DMI) untuk melakukan upaya mengedukasi khatib-khatib supaya berada dalam kerangka untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga kerukunan di antara umat beragama khususnya umat Islam," ujar Ma'ruf.

"Agar tidak terjadi cara-cara yang kemudian menimbulkan perpecahan dengan cara yang tidak santun itu. Dan yang biasanya menggunakan forum itu adalah khatib dan dai, maka itu (edukasi) adalah upaya untuk menjaga, mengarahkan dai ini agar tak menjadi pragmatis," lanjut Ma'ruf.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved