Kisah Buser Polres HST Hadapi Kejahatan

Aipda Puryadi Pernah Terpaksa Tinggalkan Anak Istri Saat di Pasar Saat Tugas Mendadak

Unit Buru Sergap SatreskrimPolres HST merupakan unit terdepan yang harus turun ke lapangan, saat ada laporan tindak kejahatan.

Aipda Puryadi Pernah Terpaksa Tinggalkan Anak Istri Saat di Pasar Saat Tugas Mendadak
Buser Polres HST untuk Banjarmasinpost.co.id
Tim Unit Buser Polres Hulu Sungai Tengah (HST) saat dipimpin Aipda Puryadi (bertopi). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Unit Buru Sergap SatreskrimPolres HST  merupakan unit terdepan yang harus turun ke lapangan, saat ada laporan tindak kejahatan.

Kecepatan mereka berada di tempat kejadian, diperlukan agar tersangka pelaku segera tertangkap. Atau minimal jika pelakunya kabur, barang bukti masih ditemukan. Saksi-saksi bisa  dimintai keterangan dengan cepat, untuk memudahkan mengungkap kasus, maupun tersangka pelakunya.

Karena harus selalu sigap tersebut, mereka pun harus on call, 24 jam. Otomatis, waktu untuk kebersamaan dengan keluarga menjadi sangat berharga. Pengalaman menyedihkan dan tak terlupakan pun pernah dialami Aipda Puryadi.

Kanit Propam yang 15 tahun bertugas di Unit Resmob, Satreskrim Polres HST ini suatu ketika membawa anak-anak dan istrinya belanja di pasar.

“Tiba-tiba dapat telepon dari kantor, bahwa ada peristiwa perampokan. Sebagai Kepala Unit, saya harus segera memimpin teman-teman ke TKP. Saat itu anak istri terlihat kecewa dan sedih. Saya sendiri dalam hati tak tega meninggalkan mereka. Tapi panggilan tugas itu harus diaksanakan. Akhirnya saya terpaksa minta mereka diantar pakai becak kembali ke rumah,” kenang Puryadi.

Baca: Kisah Anggota Buser Polres HST Hadapi Kejahatan, Sering Dapat Ancaman Balas Dendam dari Tersangka

Baca: Artis Ini Ungkap Kebenaran Kabar Istri Ifan Seventeen Ditemukan Usai Tsunami Banten oleh Mulan

Baca: Raffi Ahmad Datangi KH Maruf Amin, Ternyata Terkait Lamaran, Sekaligus Dukungan Pilpres 2019?

Baca: Reaksi Adey Syafrien Soal Lamar Syahrini, Tanda Mengarah ke Mantan Luna Maya, Reino Barack?

Meski demikian, kata Puryadi istrinya sangat memahami tugasnya sebagai anggota Polri, yang harus siap ditugaskan di mana pun, ketika dibutuhkan. Yang membuat dia bersyukur, adalah rekan satu timnya yang selalu solid saat bekerja di lapangan. Sehingga situasi sesulit apapun, bisa dilewati.

Hal yang membuat mereka bisa bangga, ketika berhasil mengungkap kasus yang menonjol, atau jadi sorotan publik. Soalnya tak hanya pimpinan yang senang, tapi juga masyarakat dan keluarga korban.

“Dukanya, jika suatu kasus masih misteri, tak ada titik terang karena tersangka belum diketahui dan saksi-saksi mentok. Sementara atensi pimpinan terhadap kasus tersebut besar. Yang kami lakukan, berdoa sambil berusaha, agar berhasil mengungkapnya,”kata lulusan STIE Pancasetia Banjarmasin tersebut. (banjarmasinpost.co.id/hanani) .

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved