Kisah Buser Polres HST Hadapi Kejahatan

Kisah Anggota Buser Polres HST Hadapi Kejahatan, Sering Dapat Ancaman Balas Dendam dari Tersangka

Di antara satuan di lembaga Polres yang punya tugas cukup berat dan menantang adalah Unit Buru Serga (Buser).

Kisah Anggota Buser Polres HST Hadapi Kejahatan, Sering Dapat Ancaman Balas Dendam dari Tersangka
BUSER POLRES HST untuk banjarmasinpost.co.id
Tim Unit Buser Polres Hulu Sungai Tengah (HST) saat dipimpin Aipda Puryadi (bertopi). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Di antara satuan di lembaga Polres yang punya tugas  cukup berat dan menantang adalah Unit Buru Serga (Buser). Unit di bawah Satuan Reserse dan Kriminalitas ini dalam tugasnya berhadapan langsung dengan para pelaku kejahatan.

Tak jarang, nyawa anggotanya sendiri terancam, saat melaksanakan tugas memberantas kejahatan. Tak hanya itu, mereka juga sering menerima ancaman dari pelaku kejahatan.

Pengalaman tersebut dialami Aipda Puryadi. Anggota Polres Hulu Sungai Tengah, yang baru beberapa hari  menjadi Kasi Propam ini sudah malang melintang di “dunia kriminal”.

Semasa menjadi Kepala Unit Resbob, Puryadi dan timnya harus bekerja keras mengungkap kasus-kasus kejahatan. Penganiayaan pembunuhan, perampokan dan kejahatan lainnya.

Baca: Curhat Ifan Seventeen Saat Cari Istrinya, Dylan Sahara Pasca Diterjang Tsunami Banten

"Banyak pengalaman menarik maupun pengalaman duka yang kami alami,”kenang Puryadi, saat ditemui banjarmasinpost.co.id, beberapa waktu lalu. Puryadi pertama kali bertugas di HST ada 2001 sebagai anggota Sat Sabhara. Pada 2013, ditugaskan di Satreskrim sampai  Desember 2018.

 “Pernah tugas di Polsek hanya enam bulan sebagai Kanit Reskrim Polsek Labuanamas Selatan. Selanjutnya dikembalikan ke Satreskrim lagi sampai Desember.  Di Unit Propam ini, baru beberapa hari,”kata Puryadi. 

Menurutnya, bertugas di Buser, memang punya “seni” tersendiri. Sebab, pekerjaannya lebih menantang.

Tim Unit Buser Polres Hulu Sungai Tengah (HST) saat dipimpin Aipda Puryadi (bertopi).
Tim Unit Buser Polres Hulu Sungai Tengah (HST) saat dipimpin Aipda Puryadi (bertopi). (Buser Polres HST untuk Banjarmasinpost.co.id)

Berhadapan dengan pelaku kejahatan, memang tak bisa sembarangan. Sebab, jika lengah, malah bisa jadi korban.

Baca: Skenario Terkuat Penyebab dan Kronologi Tsunami Selat Sunda Terungkap, Ini Penjelasannya

Untuk itu, selain diperlukan semangat juga mental yang kuat ketika berhadapan dengan situasi di lapangan, yang kadang tak terduga. Bahkan, ancaman langsung sering dilontarkan tersangka yang pernah ditangkap  dia dan timnya.

“Contohnya saat pelimpahan perkara ke Kejaksaan, tak jarang tersangka mengancam  akan membalas dendam jika keluar penjara nanti. Tapi kami tak pernah takut, karena hanya menjalankan tugas negara. Alhamdulillah hingga sekarang, kami aman-aman saja. Sebab, kami bukan benci pada orangnya, tapi perbuatan jahatnya. Insya Allah kalau niat baik, kami dilindungi Tuhan yang maha esa,”kata Puryadi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved