Kisah Buser Polres HST Hadapi Kejahatan

Naluri Pengendus Kejahatan Sudah Terlatih, Anggota Buser Bisa Tahu Orang Jahat dari Gerak Geriknya

Lama bergelut di tugas menangkap pelaku tindak pidana kejahatan, atau kriminal membuat seorang anggota Buru Sergap Satreskrim nalurinya terlatih.

Naluri  Pengendus Kejahatan Sudah Terlatih, Anggota Buser Bisa Tahu Orang Jahat dari Gerak Geriknya
BUSER POLRES HST untuk banjarmasinpost.co.id
Tim Unit Buser Polres Hulu Sungai Tengah (HST) saat dipimpin Aipda Puryadi (bertopi). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Lama bergelut di tugas menangkap pelaku tindak pidana kejahatan, atau kriminal membuat seorang anggota Buru Sergap Satreskrim nalurinya terlatih. Contohnya, saat bertemu dengan seseorang yang gerak geriknya mencurigakan, patut dicurigai. Salah satu anggota Polres HST'>Buser Polres HST Brigadir M Jerianto. Dia cukup lama bertugas di satuan tersebut.      

Anggota Satreskrim Polres HST kelahiran Barabai, 3 Juli 1988 ini, mengaku bergabung di Buser  sejak 2013.  Selama bertugas Jerianto yang akrab disapa Jeri tersebut mengaku sering ditantang kelahi sama tersangka.

Bahkan diancam mau dibunuh oleh tersangka, jika nanti mereka habis masa hukuman. Karena sering berhadapan langsung dengan para tersangka pelaku kejahatan tersebut, diapun menjadi terbiasa menhadapi hal seperti itu.

“Yang penting tetap tenang, tidak ikut terbawa emosi,”kata Jeri. Mengenai keterlatihan mengedus kejahatan, kata Jeri muncul sendiri danmenjadi terasah seiring pengalaman di lapangan. Pernah suatu ketika dia bersama Kanit Resmob Aipda Puryadi dan teman-temannya yang lain sedang kumpul  di Pos Polisi lapangan Pelajar.

Baca: Kisah Anggota Buser Polres HST Hadapi Kejahatan, Sering Dapat Ancaman Balas Dendam dari Tersangka

Baca: Aipda Puryadi Pernah Terpaksa Tinggalkan Anak Istri Saat di Pasar Saat Tugas Mendadak

Baca: Artis Ini Ungkap Kebenaran Kabar Istri Ifan Seventeen Ditemukan Usai Tsunami Banten oleh Mulan

Baca: Curhat Ifan Seventeen Saat Cari Istrinya, Dylan Sahara Pasca Diterjang Tsunami Banten

Sepeda motor di taruh di halaman pos. Entah tidak membaca bahwa itu pos polisi, saat itu, seseorang pemuda mampir.

“Lalu melihat kami ada di dalam, dia pura-pura bertanya jalan ke arah Hantakan. Padahal, dari logat bicara dan wajahnya, dia terlihat orang atas (pegunungan Meratus Hantakan). Melihat gerak-geriknya mencurigakan, kami langsung geledah badannya. Ternyata benar, di saku bajunya ada kunci T,”tutur Jeri. 

Baik Jeri maupun Puryadi mengatakan, hal tersulit selama menjalankan tugas adalah mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor.

Masalahnya, jarang ada saksi yang melihat karena tersangka melakukannya diam-diam, dan dilakukan sendiri. Kecuali ditemukan barang bukti, baru bisa mengungkap asal usul. Itupun kadang pembelinya mengaku tak mengenali penjualnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved