Berita Banjarmasin

Oleh-oleh Khas Kalimantan Ramai Diburu Saat Momen Akhir Tahun di Banjarmasin

Banyak yang memanfaatkan momem libur panjang akhir tahun ini untuk berkunjung ke Banjarmasin

Oleh-oleh Khas Kalimantan Ramai Diburu Saat Momen Akhir Tahun di Banjarmasin
banjarmasin post group/ m maulana
Toko pusat oleh-oleh di Banjarmasin, Andalas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak yang memanfaatkan momen libur panjang akhir tahun ini untuk berkunjung ke Banjarmasin, atau banyak masyarakat Kalimantan Selatan yang pergi ke luar daerah.

Dua momen tersebut rupanya meningkatkan penjualan produk di beberapa pusat penjualan oleh-oleh khas Kalsel di Banjarmasin.

Seperti halnya di Pusat oleh-oleh Galuh Banjar, Jalan S Parman Banjarmasin rasakan peningkatan penjualan dibanding bulan biasanya.

Diakui karyawannya, Iwan, memang ada peningkatan pada momen akhir tahun, terlebih kebanyakan konsumennya berasal dari Pulau Jawa.

"Memang sedikit meningkat dibanding bulan biasanya, kebanyakan dari luar daerah yang berlibur ke sini pembelinya," ujarnya.

Baca: Maia Estianty Jodohkan Ariel Noah dengan Cewek Cantik dan Mandiri Ini, Sempat Dipeluk!

Baca: Resmi! Penyebut Nama Vigit Waluyo, Bambang Suryo Dapat Sanksi Komdis PSSI, Pengaturan Skor?

Produk yang paling banyak dibeli di tempatnya dari produk makanan seperti amplang, dan dodol. "Suvenir juga laku seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, hingga baju," tambahnya.

Soal harga ia menerangkan menjual amplang dari Rp 90 ribu sampai Rp 140 ribu per dus, sedangkan dodol mulai Rp 7 ribu hingga Rp 48 ribu per bungkus.

"Kalau gantungan kunci sekitar Rp 10 ribu, tempelan kulkas dari Rp 12 ribu sampai Rp 30 ribu, dan baju Rp 30 ribu hingga Rp 120 ribu," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Karyawan Pusat Oleh-oleh Andalas, Icha, memang ada peningkatan pada akhir tahun ini.

Baca: Live Beinsport 1! Live Streaming Man United vs Huddersfield Liga Inggris, Tonton Pakai Cara ini

"Kebanyakan dari wisatawan luar, mungkin ada peningkatan lagi saat tahun baru nanti," sebutnya.

Soal produk yang paling diminati menurutnya amplang, ikan saluang, sapat, kerupuk mentah, dan bingka. "Sedangkan souvenir kebanyakan gantungan kunci, kain sasirangan, dan baju khas banjar," ujarnya.

Untuk harga amplang dibanderol mulai Rp 75 ribu sampai Rp 130 perdus, ikan saluang  Rp 45 ribu per bungkus, ikan sapat dari Rp 18 ribu hingga Rp 35 ribu, kerupuk mentah Rp 16 ribu sampai Rp 32 ribu, dan bingka Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

"Gantungan kunci dari Rp 3 ribu sampai Rp 10 ribu, kain sasirangan Rp 80 ribu sampai Rp 120 ribu, dan kaus dari Rp 24 ribu hingga Rp 250 ribu," imbuhnya.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved