Berita HSU

BPN HSU Bagikan 2015 Sertipikat Tanah, Program PTSL Tercapai Sebesar Ini

Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang ingin membuat sertifikat tanah secara gratis dapat mengikuti program nasional yang dilakukan oleh BPN

BPN HSU Bagikan 2015 Sertipikat Tanah, Program PTSL Tercapai Sebesar Ini
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang ingin membuat sertifikat tanah secara gratis dapat mengikuti program nasional yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dulu dikenal dengan Prona. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang ingin membuat sertifikat tanah secara gratis dapat mengikuti program nasional yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dulu dikenal dengan Prona.

Di Kabupaten HSU sendiri memiliki target pemberian sertipikat tanah dan pengukuran kepada masyarakat untuk tahun sebanyak 7300 bidang dan telah tercapai 100 persen di 2018. Untukbpembuatan sertipikat tercapai 4910 bidang dan sisanya bidang yang telah selesai dilakukan pengukuran.

Bagi pemilik tanah yang belum membuat sertifikat namun telah dilakukan pengukuran bisa langsung datang ke BPN. Halbini disampaikan Kepala BPN HSU Dr Ahmad Suhaimi pada penyerahan 2015 sertifikat di Kecamatan Haur Gading. Kegiatan tersebut juga dihadiri ileh Bupati HSU H Abdul Wahid.

Baca: Kronologis Penipuan Berkedok Pengobatan, Pelaku Gunakan Guna-guna Hingga Sihir

Baca: VIDEO Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Terlihat Menyeramkan karena Disertai Petir Menyambar

Baca: Evan Dimas Resmi Gabung Barito Putera, Tanggapan Jacksen F Tiago Ini Bikin Laskar Semangat

Kepala BPN Kabupaten HSU Dr Ahmad Suhaimi S. Sos SH MH mengatakan sosialisasi mengenai program ini telah dilakukan hingga ke tingkat desa melalui aparat desa. Dan persyaratan yang diperlukan juga telah disampaikan untuk bisa langsung diserahkan ke BPN.

Suhaimi mengatakan bahwa proses pembuatan sertifikat tanah membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Hal ini jika seluruh syarat telah dipenuhi oleh pemohon.

Jika ada warga yang mengurus sertifikat tanah yang membutuhkan waktu lebih lama kemungkinan karena masih ada batas tanah yang masih belum jelas.

BPN hanya membuatkan sertifikat sedanhkan untuk penentuan batas bukan menjadi tanggungjawabnya. "Jika batas tanah sudah selesai proses pembuatan sertifikat lebib mudah dan cepat," ujarnya.

Suhaimi mengimbau kepada seluruh warga untuk segera membuat sertipikat tanah, untuk mencegah adanya sengketa, konflik dan perkara pertanahan. Dalam keswmpatan ini BPN HSU juga menyerahkan tujuh sertipikat milik desa.

"Bagi warga yang telah memiliki seripikat diharapkan bisa menjaga dengan baik, jika memang dilakukannpelepasan hak maka perlu dibuatkan surat perjanjian resmi," ungkapnya.

Bupati HSU H Abdul Wahid dalam sambutannya mengatakan sangat berterimakasih karena masyarakat telah ikut berperan aktif dalam pelaksanaan program PTSL.

"Meskipun pembuatan dan pengukuran tidak dipungut biaya, saya dapat laporan bahwa warga aktif membantu petugas bahkan memberikan makanan dan minuman, ini merupakan wujud hubungan yang baik," ujarnya.

Waega juga diingatkan untuk tidak sembarangan menyimpan atau menitipkan sertipikat kepada orang lain. Karena sertipikat ini memiliki nilai yang besar. (banjarmasinpost.co.id/Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved