Tajuk

Geger Penghujung Tahun

MAKIN mendekati penghujung Desember akhir tahun, geger bencana, huru-hara atau kejadian-kejadian yang mengurut dada kita di negeri ini terasa semakin

Geger Penghujung Tahun
ACT
KONDISI TREKINI - Pantauan kondisi terkini Pantai Kalianda, Lampung Selatan pasca tsunami Banten via udara, Minggu (23/12/2018). 

MAKIN mendekati penghujung Desember akhir tahun, geger bencana, huru-hara atau kejadian-kejadian yang mengurut dada kita di negeri ini terasa semakin memuncak. Seolah mengiringi klimaks pergantian tahun.

Banyak kegegeran yang menghias headline media massa. Baru saja ketika umat Kristiani merayakan natal, kita dikejutkan dengan geger peristiwa penembakan seorang perwira menengah TNI AD.

Letkol CPM Dono Kuspriyanto yang bertugas di Kesatuan Polisi Militer (Puspomad) tewas ditembak saat mengemudi mobilnya di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di depan RS Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12) pukul 23.20 WIB.

Tak kalah mengejutkan, pelaku penembakan ternyata oknum anggota TNI berpangkat serda. Tak cuma itu, sebagaimana keterangan resmi yang disampaikan Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Kristomei Sianturi, kejadian dipicu masalah kecil serempatan motor dan mobil dinas korban.

Tapi pelaku dikatakan diduga dalam keadaan mabuk. Ia memberondong mobil korban dengan tembakan Pistol jenis Glok 19. Setidaknya ada 8 butir peluru ditemukan polisi di TKP. Kejadian ini tentu membuat yang berpikir sehat, jadi geleng-geleng kepala.

Tiga hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (22/12), negeri ini juga dibuat geger dan tercengang. Bencana tsunami di wilayah Selat Sunda menyampu pesisir Banten. BNPB mencatat, hingga Selasa (25/12/2018) pukul 13.00, jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 429 orang.

Jumlah itu meliputi korban di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Selain korban meninggal, tercatat 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang. BNPB juga mencatat, ada 16.802 orang yang mengungsi di sejumlah daerah.

Hal yang makin melengkapi kegegeran itu, tsunami menjadi petaka bagi Band Seventeen sehingga harus kehilangan sejumlah personelnya yang tewas tersapu tsunami saat tampil menghibur gathering perusahaan PLN di Tanjung Lesung Beach Resot, Banten.

Kita tentu sangat ingat, tsunami Aceh 14 tahun silam, juga terjadi di penghujung Desember akhir tahun. Tepatnya pada 26 Desember 2004.

Tsunami yang disebabkan gempa terdahsyat berkekuatan magnitudo 9,0 berpusat di dasar laut Samudera Hindia, memporak-porandakan Aceh dan beberapa negara dekat Samudra Hindia. Setidaknya tercatat dari Sumatera sampai Kepulauan Andaman, Thailand, India Selatan, Sri Lanka dan sebagian Afrika, ada sekitar 230 ribu orang yang tewas di 14 negara. Kerusakan parah terjadi di wilayah Aceh dengan kurang lebih sekitar 170 ribu orang tewas.

Kegegeran di penghujung tahun inipun makin lengkap diwarnai kekisruhan panggung politik pileg dan pilpres.

Beberapa hari saja lagi, tahun 2018 akan berakhir. Kalender tahun pun berganti menjadi tahun 2019. Bercermin pada sejarah kegegeran penghujung tahun, bisa jadi itu pertanda peringatan dari Sang Khalik. Ada baiknya kita memanfaatkan momen akhir tahun untuk mengevaluasi diri dan memperbaikinya ke depan.

Tak larut dalam euforia semarak perayaan pergantian tahun. Semoga saja, hari-hari berikutnya tak ada lagi geger dahsyat yang mengguncang negeri ini. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved