Pilpres 2019

Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Diminta 'Perang' Visi Misi di Sisa Masa Kampanye Pilpres 2019

calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga diminta 'perang' visi misi di sisa masa kampanye Pilpres 2019.

Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Diminta 'Perang' Visi Misi di Sisa Masa Kampanye Pilpres 2019
KOMPAS.com/ABBA GABRILIN
Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas, 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga diminta 'perang' visi misi di sisa masa kampanye Pilpres 2019.

Permintaan pada Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga itu dilakukan oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo.

Dia meminta elite politik untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada pemilih dengan cara 'perang' visi misi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga di sisa masa kampanye Pilpres 2019.

Sisa waktu kampanye yang hanya tinggal empat setengah bulan seharusnya dapat dimaksimalkan oleh elite politik untuk menyampaikan hal-hal yang substantif, seperti visi, misi, dan program pasangan calon.

Baca: Fenomena Aneh Muncul di Selat Sunda Saat Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Ini Kata Ahli

Baca: Ramalan Peruntungan Shio 2019 - Ini Daftar Shio Tak Beruntung di Tahun Babi Tanah 2019

Baca: Ekspresi Aura Kasih dan Eryck Amaral Setelah Ijab Kabul Saat Akad Nikah Diungkap Penghulu

Baca: Daftar Uang Rupiah yang Tak Berlaku Lagi Mulai 2019, Tukar Segera Pakai Cara Ini!

Baca: Potensi Tsunami Selat Sunda Terjadi Lagi Akibat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Diungkap Ahli Ini

Baca: Bulan Madu Opick dan Bebi Silvana Digelar di Zona Merah Palestina, Mantan Istri Minta Ini

Ratna menilai, baik pasangan calon nomor urut 01 maupun nomor urut 02 sama-sama belum mampu memaksimalkan masa kampanye untuk menyampaikan visi-misi dan program.

"Jadi memperkenalkan visi misi dari para paslon atau para caleg dari parpol sehingga pertimbangan-pertimbangan rasional pemilih itu akan menjadi hal yang dikedepankan dalam memutuskan pilihannya. Jadi waktu yang tersisa itu harus dimanfaatkan," kata Ratna di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Menurut Ratna, jika masyarakat tidak diberi pencerahan mengenai visi, misi, dan program pasangan calon melalui proses kampanye, maka akan berdampak buruk. Sebab, pemilih tidak mendapat informasi yang cukup mengenai calon pemimpin mereka.

Padahal, konsep kampanye itu sendiri sudah sangat jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Menurut Undang-undang tersebut, kampanye adalah proses untuk mencerdaskan masyarakat pemilih.

"Karena visi-misi program itu jelas arahnya bagaiamana para pemimpin akan membawa kebijakan mereka ke arah mana. Harusnya itu yang dibedah dan disampaikan," ujar Ratna.

Ratna menambahkan, selama 3 bulan masa kampanye, pasangan calon lebih banyak melakukan kampanye yang tidak substansial, dan mengutamakan hal-hal sensional.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved