Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Kronologis Penipuan Berkedok Pengobatan, Pelaku Gunakan Guna-guna Hingga Sihir

Para pelaku penipuan berkedok pengobatan telah melakukan rencana tipu muslihat sebelum melakukan aksinya.

Kronologis Penipuan Berkedok Pengobatan, Pelaku Gunakan Guna-guna Hingga Sihir
aprianto
Kapolres HSS bersama Waka Polres, Kasat Reskrim dan Kapolsek Kandangan saat jumpa pers. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN-Para pelaku penipuan berkedok pengobatan telah melakukan rencana tipu muslihat sebelum melakukan aksinya.

Arbandi (51) yang masih menjadi DPO berperan sebagai H Jarkasi yang seolah olah mempunyai keahlian dan ilmu yang bisa mengobati segala penyakit sihir dan guna-guna dengan cara ghaib.

Selanjutnya ada Sugeng (45) yang berperan sebagai pencari target dan Alus (45) sebagai pengalih perhatian untuk menyakinkan korban.

Korban yang bernama H Supian (61) tertipu oleh tiga pelaku itu. Korban dan pelaku ditipu oleh H Jarkasi nama samaran dari Arbandi yang mengaku sebagai ustadz atau guru di Majelis Taklim AL Badru Desa, Gambah Dalam luar.

Baca: Polres HSS Ungkap Penipuan Berkedok Pengobatan, Ini Sosok Dua Pelakunya

Baca: Kasus Penipuan Berkedok Pengobatan, Ternyata Korban Rugi Ratusan Juta

Baca: VIDEO Penampakan Erupsi Gunung Anak Krakatau, Terlihat Menyeramkan karena Disertai Petir Menyambar

Selanjutnya, korban berhasil diperdaya dengan menyerahkan kartu ATM dan nomor PINnya. Kartu ATM milik korban diganti dengan ATM palsu oleh para pelaku.

Korban sendiri baru menyadari tertipu, setelah uangnya mulai terkuras dari tabungannya.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya mengatakan bahwa setelah pelaku berhasil menyakinkan korban, mereka meminta korban tidak membuka ATM milik korban yang sudah disimpan dalam amplob selama satu Minggu.

"Saat proses penipuan itu, para pelaku mengganti ATM milik korban dengan ATM palsu. Selanjutnya pelaku menguras isi tabungan korban secara bertahap," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan para pelaku mereka sudah melakukan aksi penipuan tidak hanya di Kandangan.

"Untuk di Kandangan baru pertama ini. Di Tanjung sudah dua kali dan satu kali di Amuntai," kata Sugeng, pelaku yang bertugas mencari target korban penipuan.

Tidak hanya dilokasi itu, menurut Kasat Reskrim Polres HSS AKP Susilo para pelaku sudah melakukan aksi hingga wilayah Kalteng.

"Hasil pemeriksaan sementara lokasi penipuan yang dilakukan pelaku yakni di wilayah Kandangan, Tanjung, Amuntai, Banjarmasin dan Kalteng," katanya.

Pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan terhadap pelaku. Satu orang lainnya atas nama Arbandi sudah ditetapkan sebagai DPO (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved