Pemilu 2019

2 Elite PAN Mengundurkan Diri, Praktik Mahar Politik Saat Pilkada Diungkap

2 Elite PAN Mengundurkan Diri, Praktik Mahar Politik Saat Pilkada Diungkap

2 Elite PAN Mengundurkan Diri, Praktik Mahar Politik Saat Pilkada Diungkap
ist
Zulkifli Hasan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejumlah elite Partai Amanat Nasional (PAN) mengundurkan diri jelang Pemilu 2019. Setelah sebelumnya Bendahara Umum PAN, kini Ketua Badan Cyber dan Multimedia Partai Amanat Nasional ( PAN) Agung Mozin juga memutuskan untuk mundur dari partai.

Agung Mozin merasa banyak keputusan yang tidak disepakati bersama-sama internal Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan dia menyebut adanya praktik mahar politik saat Pilkada.

Contohnya ketika menentukan calon yang diusung dalam pemilihan kepala daerah.

"Kalau soal pilkada, kader-kader kita bisa dikalahkan oleh orang luar. Karena apa? Ya karena hal-hal yang mungkin bendahara umum yang bisa menjelaskan," ujar Agung ketika dihubungi, Jumat (27/12/2018).

Baca: Asal Suara Dentuman Misterius di Langit Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau Akhirnya Terungkap

Baca: Diego Forlan Selangkah Lagi ke Kalteng Putra, Kas Hartadi : Harganya Sudah Cocok

Baca: Gelombang Tsunami dan Gempa Besar Terjang Indonesia di Malam Tahun Baru 2019, Ini Kata BMKG

Baca: Link Pengumuman Kelulusan BKN CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, Cek juga Penetapan Nomor Induk Pegawai

Bendahara Umum PAN Nasrullah sendiri juga sudah memutuskan mundur dari jabatannya.

Agung mengatakan sebenarnya hal biasa ketika kader partai harus bersaing dengan orang non-partai dalam mendapatkan rekomendasi pilkada.

Untuk menentukan kader atau orang non-partai yang diusung, kata Agung, seharusnya ada pertimbangan tertentu.

Misalnya dengan menggunakan hasil survei sebagai indikator pengambilan keputusannya.

"Ketika survei itu keluar ya jadi rujukan bersama secara objektif. Oke, kita enggak ambil kader tetapi mengambil yang hasil survei tertinggi, oke kita bisa sepakati itu," ujar Agung.

Baca: Hotman Paris Banting Sepatu Dengar Pengakuan Kriss Hatta Soal Kekasih Billy Syahputra, Hilda Vitria

Baca: Perasaan Syahrini dan Reino Barack Diungkap Sosok Ini Usai Kabar Lamaran & Liburan ke Jepang

Baca: Penyesalan Dian Pramana Poetra Beberapa Hari Sebelum Kematiannya, Ungkap Pola Hidup Buruk

"Nah, ini sudah bukan kader, hasil survei tidak tertinggi, tiba-tiba dicalonkan hanya karena ada setoran lebih besar. Kader enggak, hasil survei tinggi enggak, tapi ia dicalonkan ke partai karena membayar mahar ke partai," tambah dia.

Agung tidak mengungkapkan pilkada mana yang dia maksud.

Kata dia, ini hanya salah satu pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan mekanisme partai di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan.

Padahal, segala proses pengambilan keputusan partai sudah diatur tata caranya dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Perbedaan gaya itu manusiawi, tapi apapun gayanya rujukannya kan AD/ART dan pedoman organisasi. Kalau pedoman organisasi AD/ART tidak jadi rujukan dalam mengelola partai, maka di sana akan terjadi perbedaan atau gesekan pendapat," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mundur dari Partai, Elite PAN Ungkap Adanya Mahar Politik Saat Pilkada "

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved