Berita Kalteng

Pasien Demam Berdarah Berjatuhan di Palangkaraya, Dua Bulan Tujuh Pasien Meninggal

Tercatat ada ratusan pasien yang dirawat inap tujuh diantaranya meninggal dunia yang rata-rata adalah anak dibawah 12 tahun.

Pasien Demam Berdarah Berjatuhan di Palangkaraya, Dua Bulan Tujuh Pasien Meninggal
tribunkalteng.com/faturahman
Pasien demam berdarah saat dirawat di RS Doris Sylvanus Palangkaraya. Rata-rata yang terserang anak di bawah 12 tahun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Serangan nyamuk Aedes Aegipty yang membawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga, Jumat (29/12/2018) masih menghantui warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Warga semakin cemas serangan Nyamum Aedes Aegipty tersebut, karena berdasarkan informasi terhimpun dari rekam medik RS Doris Sylvanus Palangkaraya, tercatat ada ratusan pasien yang dirawat inap tujuh di antaranya meninggal dunia yang rata-rata adalah anak dibawah 12 tahun.

Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, Theodorus Sapta Atmadja, mengatakan, mayoritas pasien yang dirawat inap di RS milik Pemerintah Kalteng tersebut adalah anak-anak dibawah 12 tahun, dan yang meninggal dunia karena telat dibawa ke RS.

Data Bulan Oktober 2018, angka kematian pasien DBD mencapai tiga pasien DBD meninggal dunia, Bulan November 2018 ada empat pasien meninggal dunia, dan Desember 2018 tidak ada data kematian dari data rekam medik, namun ada pasien yang di rawat inap.

Baca: Fenomena Aneh Muncul di Selat Sunda Saat Tsunami Banten dan Tsunami Lampung, Ini Kata Ahli

Baca: Daftar Uang Rupiah yang Tak Berlaku Lagi Mulai 2019, Tukar Segera Pakai Cara Ini!

Hingga Bulan Desember 2018 akhir tercatat angka pasien DBD yang sempat masuk ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya sebanyak 117 pasien yang dirawat inap, dan saat ini ada sebanyak 15 pasien yang masih di rawat inap di RS Doris Sylvanus Palangkaraya.

Selain itu, sebut Humas RS Doris Sylvanus ini, berdasarkan data Bulan Oktober 2018 pasien yang dirawat inap mencapai 49 orang dan Bulan Nopember 2018 data pasien yang dirawat inap mencapai 229 pasien."Kami tetap stand by dalam memberikan pelayanan optimal kepada pasien yang masuk," ujarnya.

Sementara itu, makin banyaknya korban DBD yang terserang maupun yang meninggal dunia, memaksa warga untuk melakukan kerja bakti dalam membersihkan lingkungan dari nyamuk dan memberikan abate untuk memberantas nyamuk."Kami gotong- royong dalam memberantas nyamuk, "ujar Heri Fauzy, Lurah Bukittunggal, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved