Ekonomi dan Bisnis

Terbitkan Aturan Baru, Bursa Efek Indonesia Makin Friendly Bagi Perusahaan Calon Emiten

Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan

Terbitkan Aturan Baru, Bursa Efek Indonesia Makin Friendly Bagi Perusahaan Calon Emiten
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
BEI terbitkan aturan baru yang semakin mudahkan calon emiten melantai di Bursa Efek Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan perubahan Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat, berlaku efektif mulai Jumat (28/12/2018).

Utamanya, aturan baru ini terkait penyederhanaan persyaratan dan administrasi bagi para emiten di Pasar Modal Indonesia.

Beberapa poin perubahan Peraturan ini diantaranya Bursa memberikan alternatif syarat NTA (Net Tangible Asset) minimal Rp 5 miliar di Papan Pengembangan, berupa Laba Usaha (tahun buku terakhir) minimal Rp 1miliar da. Market Cap minimal Rp 100 miliar atau Pendapatan Usaha (tahun buku terakhir) minimal Rp 40miliar & Market Cap minimal Rp 200 miliar.

Selain itu, Bursa juga menghapus batasan nilai nominal saham minimal Rp100 dan mengganti dengan harga saham perdana minimal Rp 100.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Langsung Liga Inggris Pekan 20 di RCTI Liverpool vs Arsenal MU vs Bournemouth

Baca: Ini Tanda-tanda Sebelum Terjadinya Tsunami, Apakah Ada Saat Tsunami Banten & Tsunami Lampung?

Baca: Perlakuan Luna Maya ke Syahrini yang Dikabarkan Bakal Nikahi Reino Barack, Lihat Instagram Incess!

Baca: 7 Kecamatan di Kabupaten Banjar Tak Bisa Rekam KTP Elektronik, Ternyata Ada Alat yang Dicuri

Persyaratan lainnya yang disederhanakan yaitu menghapus syarat Direktur Independen, menghapus harga teoretis Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan mengganti dengan ketentuan harga pelaksanaan tidak boleh lebih rendah dari batas minimum perdagangan.

Ketentuan lock-up saham hasil penambahan modal tanpa HEMTD juga dicabut serta menambahkan ketentuan lock-up stock split dan reverse split dan menghapus kewajiban dokumen permohonan berbentuk hardcopy dan hanya mewajibkan softcopy, dalam rangka integrasi dengan Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).

Kepala Bursa Efek Indonesia Kalimantan Selatan, Yuniar menjelaskan, aturan baru tersebut utamanya disusun untuk menyederhanakan syarat dan mekanisme perusahaan catatkan sahamnya di lantai bursa.

"Supaya lebih friendly ke perusahaan calon emiten tapi tanpa mengurangi bobot dan kualitas sebagai emiten di Bursa," kata Yuniar.

Dengan ada aturan ini, pihaknya berharap Tahun 2019 semakin banyak perusahaan-perusahaan baru yang catatkan sahamnya di BEI.

Sebelumnya, terhitung hingga Rabu (26/12/2018) sudah terdapat 57 perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) memperkaya lantai bursa Indonesia. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved