Tsunami Hantam Pantai Anyer

Pasca Tsunami, Ifan Seventeen Trauma Dengar Sirene Ambulans dan Naik Panggung, Terasa Merinding!

Pasca Tsunami, Ifan Seventeen Trauma Dengar Sirene Ambulans dan Naik Panggung, Terasa Merinding!

Pasca Tsunami, Ifan Seventeen Trauma Dengar Sirene Ambulans dan Naik Panggung, Terasa Merinding!
KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI
Vokalis Band Seventeen, Ifan (empat dari kanan) ikut rangkaian kirim doa bersama orang tua, keluarga almarhumah istrinya, Dylan Sahara dan warga di kediaman mertuanya di Kota Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu ( 28/12/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONOROGO - Kendati bencana tsunami di Anyer sudah terjadi seminggu lalu, vokalis band Seventeen, Ifan, masih trauma bila mendengar suara sirene ambulans.

Ifan merasakan bulu kuduknya berdiri dan merinding bila mendengar suara sirene ambulans pasca-tsunami menewaskan istrinya, Dylan Sahara Puteri, dan tiga personel bandnya.

"Sampai sekarang kalau mendengar suara sirene ambulans aku masih merinding. Apalagi tiga hari aku nonstop selalu mendengar suara sirene ambulans. Mungkin ini bentuk penolakan badanku terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan," kata Ifan saat ditemui di rumah almarhumah istrinya di jalan Yos Sudarso No 26, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jumat (28/12/2018) malam.

Baca: 3.345 Nyawa Melayang Akibat 6.914 Laka Lantas di Wilayah Jawa Barat, Tanjakan Emen Paling TOP

Baca: Usai Penyisihan U-13 Asia, Pesepakbola Cilik Kehilangan Ibu, Adik dan Rumahnya Akibat Tsunami Banten

Baca: Pasca Dinikahi Irwan Mussry, Maia Estianty Sebut Ada Kebahagiaan Sederhana Karena Hal Ini

Rasa duka mendalam masih menyelimuti Ifan. Vokalis Seventeen itu tak mampu menyembunyikan kedukaannya setelah ditinggal istrinya, Dylan Sahara Puteri, serta tiga personel band dan manajernya dalam bencana tsunami tersebut.

Tak hanya suara sirene ambulans, Ifan juga trauma bila harus naik panggung untuk bermusik.

Ia merasa tak kuat berdiri di panggung karena tiga personel bandnya, Bani, Andi, Herman dan manajernya Oki meninggal dunia.

"Mungkin namanya trauma, tapi begitulah. Aku merinding kalau mendengar ambulans, apalagi lihat panggung. Kalau aku lihat panggung tidak berani, apalagi aku harus naik panggung, pegang mik, dan aku lihat tidak ada saudaraku di sampingku," kata Ifan.

Dari kondisi di lokasi pada Jumat malam, suasana berkabung masih tampak di rumah Dylan.

Ratusan jamaah tahlilan yang terdiri dari masyarakat dan santri tampak mulai berdatangan sekitar pukul 19.15 WIB.

Tak hanya itu, puluhan karangan bunga ucapan dukacita dari sejumlah kerabat dan sahabat tampak berjejer di halaman depan rumah Dylan.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved