Opini Publik

Pendidikan Karakter Berbasis Musik Panting

“HAMPIR semua orang beranggapan bahwa musik itu menyenagkan sehingga jika anak-anak saat ini lebih menyibukkan dirinya kepada hal-hal ini"

Pendidikan Karakter Berbasis Musik Panting
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Anak sedang membaca buku Pusling di PT Adaro 

OLEH: LOLA YUNITA, Mahasiswi PGSD Universitas Lambung Mangkurat

“HAMPIR semua orang beranggapan bahwa musik itu menyenagkan sehingga jika anak-anak saat ini lebih menyibukkan dirinya kepada hal-hal yang lebih bermanfaat seperti bermain musik maka minim sekali terjadi anak yang suka ngelem”

Membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter bukanlah suatu hal yang mudah, dibutuhkan strategi yang tepat dalam membina dan merealisasikannya. Kekinian, masih sering kita jumpai beragam penyimpangan karakter khususnya yang dilakukan generasi milenial.

Seperti yang diungkap olah Wakil Wali Kota Banjarmasin, “Sekarang, hampir setiap hari ada saja saya mendengar tentang anak ngelem. Apakah itu aduan ke Satpol PP atau unggahan foto dan video di sosial media”.

Ungkapan itu juga selaras dengan Camat Banjarmasin Utara yaitu Apiluddin Noor yang menyatakan bahwa “Dia kerap kali mendengar warga yang mengeluhkan perilaku anak ngelem di lingkungannya. Hampir setiap hari ada saja yang datang ke kecamatan mengadu.”

Keadaan di atas tentunya bukan hal yang ingin diharapkan. Kalimantan Selatan utamanya terkenal dengan karakter agamis, jangan sampai karakter ini hilang hanya karena ternodai oleh generasi penerus bangsa yang hanya bisa menghabiskan waktunya dengan hal-hal yang sangat tidak bermanfaat.

Untuk itu perlu adanya aktivitas yang bermanfaat dan tetap menyenangkan untuk memanfaatkan waktu luang khususnya generasi muda saat ini. Penulis beranggapan bahwa anak-anak yang suka ngelem atau menggunakan obat-obat terlarang karena tidak adanya kegiatan positif yang menyenangkan yang dapat menyibukkan dirinya.

Contohnya saja seperti kegiatan bermain musik, hampir semua orang beranggapan bahwa musik itu menyenangkan sehingga jika anak-anak saat ini lebih menyibukkan dirinya kepada hal-hal yang lebih bermanfaat seperti bermain musik maka minim sekali terjadi anak yang suka ngelem, karena perbuatan ngelem bisa saja terjadi akibat anak bosan hidup, tidak bisa memaknai hidup dan mengganggap semua permasalahan hidup akan damai jika ngelem.

Dunia pendidikan tentunya tidak akan diam khususnya pendidikan karakter. Banyak pendapat para ahli yang mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu jembatanmencapai kebahagian hidup. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Harvard University Amerika Serikat menunjukkan bahwa “Kesuksesan/kebahagian hidup seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri, dan orang lain serta penguasaan hati nurani (soft skill)”.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengimplementasikan pendidikan karakter secara menyenangkan, salah satunya dengan musik. Musik merupakan salah satu alternatif dalam membelajarkan pendidikan karakter secara menyenangkan dan produktif.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved