Ekonomi dan Bisnis

Ini UMKM Pertama yang Mendapatkan Label SNI

Miliki usaha produk amplang dari turun temurun, Rini Wardani akan daftarkan produknya mendapat label Standar Nasional Indonesia (SNI).

Ini UMKM Pertama yang Mendapatkan Label SNI
istimewa
Rini Wardani (Tengah) saat tunjukkan produk amplangnya dengan Kadis Koperasi dan Team Bekraf RI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Miliki usaha produk amplang dari turun temurun, Rini Wardani akan daftarkan produknya mendapat label Standar Nasional Indonesia (SNI).

Melalui nama Rini Amplang, hal ini membuatnya jadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) amplang pertama yang dapat label SNI di Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah, Rini Amplang merupakan yang pertama di Kalsel untuk difasilitasi mendapatkan SNI di tahun 2018 dari Kementrian," ujar Rini.

Karena menurutnya tidak hanya pabrik besar yang bisa mendapatkan label SNI, tapi para pelaku UMKM juga bisa mendapatkannya.

"Yang penting bagi kami sendiri mau berubah, jadi UMKM pun bisa mendapatkan SNI. Selain itu, InsyaAllah tahun 2019 nanti saya ikut SNI award mewakili UMKM Kalsel," paparnya.

Baca: Ustadz Abdul Somad Larang Anak Muda Lakukan ini di Malam Tahun Baru 2019

Baca: Maia Estianty Akhirnya Buka-bukaan Perihal Kabar Kehamilannya Usai Dinikahi Irwan Mussry

Baca: Ikatan Dai Undang Joko Widodo dan Prabowo Subianto Lakukan Uji Baca Al Quran Jelang Pilpres 2019

Baca: Video Polisi Peluk Anak Berbaju Timnas Indonesia Korban Tsunami Banten Viral, Ini Kisahnya

Sedangkan pemasaran produk amplangnya, sudah masuk ke retail modern seperti Alfamart di Kalimantan Selatan dan Tengah.

"Alhamdulillah, dengan banyak dibantu oleh Dinas Koperasi, Perikanan, Perdagangan, dan Perindustrian terutama untuk pemasarannya, menjadikan Rini Amplang lebih dikenal orang banyak tentunya mereka yanh sudah jadi pelanggang tetap," kata dia.

Soal strategi bersaing, ia mengaku terus utamakan kualitas produknya.

"Saya selalu mau belajar terus dan selalu mengutamakan kualitas produk sehingga bisa bersaing dengan yang lain," tuturnya.

Berkibar sejak 2012, kini ia mampu hasilkan omzet berkisar Rp 50 hingga 80 juta per bulan.

Halaman
12
Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved