MotoGP

Sebelum ke Honda, Jorge Lorenzo Mengaku Depresi Gara-gara Perlakuan Petinggi Tim Ducati

Gejala gangguan psikologis itu dialami Jorge Lorenzo lantaran tak tahan menerima kritikan dan juga perlakuan kurang berkenan para petinggi tim Ducati

Sebelum ke Honda, Jorge Lorenzo Mengaku Depresi Gara-gara Perlakuan Petinggi Tim Ducati
MOTORSPORT.COM
Jorge Lorenzo harus dipapah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pebalap MotoGP asal Spanyol, Jorge Lorenzo yang kini telah resmi memperkuat Respol Honda mulai musim depan, mengaku sempat mengalami depresi ketika memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bersama tim Ducati.

Gejala gangguan psikologis itu dialami Jorge Lorenzo lantaran tak tahan menerima kritikan dan juga perlakuan kurang berkenan dari para petinggi tim Ducati.

"Saat saya melihat kemungkinan untuk hengkang di kepala saya, saya merasa depresi," kata Lorenzo yang dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Namun, di sisi lain, saya merasa bahagia dan lega karena saya tidak akan merasakan beban lagi yang melukai saya," tutur dia menambahkan.

Baca: Ini Pebalap MotoGP Bergaji Terbesar Musim 2018, Valentino Rossi Ternyata Hanya Nomor 3

Baca: Rahasia Untuk Jadi Murid Valentino Rossi di VR46 Academy, Ini Kata Kepercayaan Rossi

Jorge Lorenzo juga tidak menyangka bahwa depresi yang dia rasakan mampu memicu keinginan untuk pergi dari tim Ducati.

"Saya tidak berharap bahwa kemungkinan itu akan benar-benar memprovokasi saya dengan begitu banyak kesedihan," ujar Lorenzo.

Saat ini, Lorenzo sudah memutuskan untuk bergabung dengan tim Repsol Honda.

Pada MotoGP 2019, Lorenzo akan menjadi rekan duet Marc Marquez.

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com berjudul: Jorge Lorenzo Mengaku Depresi Sebelum Pergi dari Tim Ducati

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved