Ekonomi dan Bisnis

Akhir Perdagangan Tahun 2018 IHSG di Level 6.194, di Bawah Prediksi

Nilai tersebut sedikit berada di bawah prediksi beberapa analis yang sebelumnya prediksi IHSG ditutup pada level 6.200.

Akhir Perdagangan Tahun 2018 IHSG di Level 6.194, di Bawah Prediksi
FOTO idx
IDX berencana mulai terapkan Free Float Adjusted Index Pebruari 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perdagangan terakhir bursa saham di Bursa Efek Indonesia Indonesia (BEI) Tahun 2018 ditutup dengan posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 6.194.

Nilai tersebut sedikit berada di bawah prediksi beberapa analis yang sebelumnya prediksi IHSG ditutup pada level 6.200.

Padahal di hari terakhir perdagangan, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 6.212, Jumat (28/12/2018).

Ditutup di level 6.194, artinya IHSG tercatat melemah 161 poin atau 2,54 persen dibanding saat dibuka di awal perdagangan Tahun 2018 di Bulan Januari lalu di angka 6.339.

Walau demikian ternyata IHSG menjadi komposit saham dengan perkembangan nilai yang baik bahkan uruti peringkat delapan di dunia ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi global tahun ini.

Baca: 30 Kata Mutiara untuk Ucapan Selamat Tahun Baru 2019, Kirim via WhatsApp, Facebook, Instagram

Baca: Nikita Mirzani Lagi-lagi Bocorkan Soal Pertunangan Syahrini, Benarkah dengan Reino Barack?

Baca: Respons Jokowi dan Prabowo Soal Tantangan Tes Baca Alquran di Pilpres 2019, Maruf Amin: Siap Sekali

Baca: Dir Narkoba Polda Kalsel Sita 2 Kg Sabu dari Tangan Si Kembar Ervan dan Ridho di Malkon Temon

Bahkan di ASEAN pergerakan IHSG menjadi terbaik pertama year to date (ytd) dan terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik setelah bursa India.

Menurut data BEI, dari 36 bursa di dunia yang tergabung dalam World Federation of Exchanges (disingkat WFE), hanya ada lima bursa yang berhasil torehkan catatan positif.

Diantaranya bursa saham Qatar yang menguat 1.764 poin atau 20,7 persen, Bursa Brazil menguat 9.058 atau 11,86 persen, Bursa Russia menguat 243 poin atau 11,56 persen, Bursa Arab Saudi menguat 523 poin atau 7,24 persen dan bursa India yang menguat 2.102 poin atau 6,17 persen.

Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menyatakan, selain faktor internal dari sisi perekonomian yang tergolong masih baik, faktor siklus penyelesaian transaksi T+2 yang diterapkan juga mendukung ketahanan IHSG menghadapi sentimen negatif eksternal.

Baca: Aura Kasih dan Eryck Amaral Pamer Kemesraan Saat Bulan Madu di Bali Setelah Dikabarkan Menikah

Baca: 50 Ucapan Selamat Tahun Baru 2019, Kata-kata Mutiara Sambut Pergantian Tahun 2018-2019

Baca: Sabu 12 Kg Jaringan Malaysia Gagal Diedarkan di Kalsel, Sadikin Gunakan Identitas Palsu

Baca: Soal Nomor Punggung 88 yang Dikeramatkan, Begini Kata Manajer Barito Putera

Herry menjelaskan, dengan waktu penyelesaian transaksi yang lebih cepat dan efisien dengan aturan T+2 jadikan transaksi di lantai bursa lebih reaktif.

"Sekarang lebih cepat jadi sudah sangat berkurang pola investor yang biarkan nilai saham-saham turun dalam, pasti ada yang menahan. Jadi secara umum IHSG lebih terjaga sekarang ini," kata Herry. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved