Tajuk

Momentum Instrospeksi Diri

Meski begitu, ada juga sebagian warga yang memilih merayakan malam pergantian tahun dengan menggelar pengajian atau doa bersama.

Momentum Instrospeksi Diri
TribunStyle.com/ Your Tango
Selamat datang Tahun Baru 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI ini, Senin (31/12) merupakan penutup tahun 2018 beralih ke 2019. Biasanya, setiap perayaan malam pergantian tahun, warga turun ke jalan menanti detik-detik pergantian tahun dan malam itu bertabur semarak hiburan.

Meski begitu, ada juga sebagian warga yang memilih merayakan malam pergantian tahun dengan menggelar pengajian atau doa bersama.

Seruan ulama juga mengingatkan agar warga tidak merayakan malam pergantian tahun secara berlebihan, apalagi yang sifatnya hura-hura, perang petasan, pesta kembang api, pesta miras dan segala hal yang melanggar norma agama.

Ada pula kepala daerah yang mengimbau warganya agar tidak merayakan tahun baru. Seperti Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, membagikan edaran berupa larangan merayakan tahun baru.
Dalam surat edaran itu, bupati menyatakan bahwa pergantian tahun baru mesti dijadikan momentum untuk introspeksi diri. Dalam poin kedua, bupati menginstruksikan untuk tak merayakan malam tahun baru, yang ditegaskan dengan huruf kapital.

Bupati setempat juga melarang pertunjukan atau tontonan yang tak sesuai kaidah moral dan agama. Dan paling lambat, pukul 01.00 WIB seluruh tempat hiburan harus tutup. Para tokoh agama, masyarakat, pengurus mesjid, serta Ormas Islam diminta untuk mengajak generasi muda beribadah, berzikir, dan berdoa baik di rumah, mesjid maupun musala lingkungannya.

Sementara itu Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf memilih untuk menertibkan ASN agar tak hura-hura dalam merayakan tahun baru. Ini dilakukannya sebagai solidaritas pada warga yang kena bencana tahun ini.

Memang, setiap perayaan pergantian tahun, selalu saja acara bersifat hura-hura. Padahal, saat di penghujung tahun, semestinya kita instrospeksi diri selama perjalanan hidup setahun untuk hidup tahun berikutnya yang lebih baik.

Bahkan, dalam Alquran, Surat Al Ashr, Allah SWT menitikberatkan soal pentingnya mengisi waktu dengan hal positif. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Selain itu, juga ada ungkapan yang bisa jadi rujukan, barang siapa kemarin sama dengan hari ini, dia disebut merugi. Jika hari ini lebih baik dari kemarin disebut beruntung dan jika lebih buruk disebut celaka.

Jadikan malam pergantian tahun sebagai momentum untuk merenung terhadap waktu yang telah digunakan. Apakah, setahun yang telah dijalani lebih baik dari sebelumnya atau malah sebaliknya? Selamat tahun baru 2019. Mari kita menatap masa depan yang lebih baik. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved