Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

VIDEO Polres Gelar Kasus Kejahatan di Wilayah HSS, Penyalahgunaan Sajam Kasus Paling Menonjol

Mengenakan baju tahanan, sejumlah pelaku kejahatan duduk lesehan di Mapolres Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin, (31/12/2018) sore.

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Puluhan tersangka dengan berbagai kasus tindak kriminal hanya bisa tertunduk malu. Mengenakan baju tahanan, mereka duduk lesehan di Mapolres Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin, (31/12/2018) sore.

Selain puluhan tersangka, berbagai jenis botol minuman keras, berbagai jenis obat-obatan terlarang dan berbagai barang bukti dihadirkan.

Para tersangka duduk didepan barang bukti yang mereka gunakan saat melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

Dipimpin langsung Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya, Konferensi pers hasil giat selama satu tahun 2018 digelar di Mapolres HSS.

Baca: Puluhan Tersangka Tertunduk Malu di Mapolres HSS, Lihat Polisi Beberkan Perbuatan Kejahatannya

Baca: Akhirnya Kapolres Izinkan Kolam Tirta Kenanga di Tanahlaut Dibenahi, Asal dengan Satu Syarat Ini

Baca: 2019 Polres Tanahlaut Bakal Bongkar Kasus Tenggelamnya Bocah di Agrowisata Bon Sawit

Baca: Peserta Kemah Bakti Pemuda Berhamburan Menyelamatkan Diri, Angin Kencang Terjang 17 Tenda Acara

Turut mendampingi Wakapolres HSS Kompol Arief Himawan, Kasat Reskrim HSS AKP Susilo dan Kasat Res Narkoba AKP Edy Yulianto.

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya mengatakan selama 2018 ada sebanyak 191 kasus tindak pidana umum dengan total tersangka 172 orang.

Untuk tindak pidana khusus ada 18 kasus dengan 18 tersangka. Untuk kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang ada sebanyak 71 kasus dengan jumlah tersangka ada sebanyak 78 tersangka.

"Untuk kasus tindak pidana umum dan khusus sebanyak 168 kasus sudah masuk tahap dua. Untuk kasus narkoba 67 kasus masuk tahap dua," katanya.

Untuk total obat-obatan terlarang meliputi sabu ada 214,55 gram, ectasy 25 1/4 butir, dextro 407 butir, carnophen 5905 butir, obat jenis seledryl 26.591 butir, obat jenis samcodin 17.042 butir, obat JM 10 butir, LV 20 butir dan uang tunai sebanyak Rp 27.791.000.

Kasus yang paling banyak terjadi di wilayah Kabupaten HSS yakni pelanggaran membawa senjata tajam tanpa izin.

"Target kita untuk 2019 akan meminimalisir kriminalitas sajam hingga 50 persen. Khusus untuk penyalahgunaan narkoba pad 2019 akan ditekan seminimal mungkin," tambahnya

Simak videonya di atas:

(banjarmasinpost.co.id /Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved