Pilpres 2019

Prabowo Subianto Jawab Tuduhan Kudeta & Sama dengan Nelson Mandela saat Wawancara Al Jazeera

Prabowo Subianto Jawab Tuduhan Kudeta & Sama dengan Nelson Mandela saat Wawancara Al Jazeera

Prabowo Subianto Jawab Tuduhan Kudeta & Sama dengan Nelson Mandela saat Wawancara Al Jazeera
kompas.com
Prabowo Subianto saat mengumumkan Sandiaga Uno sebagai pendampinginya pada Pilpres 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Capres di Pilpres 2019, Prabowo Subianto sempat berbicara tentang tuduhan kudeta oleh dirinya hingga menyebut ada kesamaan antara dirinya dengan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela saat wawancara dengan Al Jazeera.

Video wawancara Prabowo Subianto diunggah kembali oleh Priyo Budi Santoso, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya melalui akun Twitternya @PriyoBudiS, Minggu (30/12/2018). Diketahui, Prabowo Subianto pernah diwawancarai oleh Al Jazeera pada tahun 2013, dengan episode Prabowo Subianto: 'The People are Fed Up' (rakyat muak-red).

Dalam video tersebut, Prabowo Subianto menceritakan tentang tuduhan-tuduhan negatif yang dilayangkan selama 3 kali berkompetisi di dunia politik Indonesia.

Prabowo Subianto menegaskan ia menolak jika dikaitkan dengan perencanaan kudeta.

Baca: Ketika Mahfud MD Dapat Tawaran Endorse untuk Promo Produk di Medsos, 1 Twit Rp 4 Juta

Baca: Cara Wudhu Sandiaga Uno saat Kampanye Pilpres 2019 Dikomentari Mahfud MD, Netizen Gaduh

Baca: Perbedaan Maia Estianty-Irwan Mussry dan Mulan Jameela-Ahmad Dhani Saat Rayakan Tahun Baru 2019

Baca: Akhirnya! Aura Kasih Pamerkan Foto Pernikahan dengan Eryck Amaral, Lihat Keseruannya

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, dukungan tetap datang untuknya meski dihantam isu tersebut.

Ia yakin warga Indonesia tidak bodoh dan tidak percaya begitu saja dengan isu tersebut.

Namun pewawancara, Veronica Pedrosa menyanggah dengan realita bahwa Prabowo masuk daftar 'black list' negara Amerika.

Prabowo Subianto berorasi di hadapan relawan di Istora Senayan
Prabowo Subianto berorasi di hadapan relawan di Istora Senayan (kompas.com)

Prabowo menyatakan bahwa Nelson Mandela juga masuk daftar hitam negara Amerika Serikat, sama seperti dirinya.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa banyak yang dilarang masuk ke Amerika, itu merupakan usaha Amerika untuk menghentikan pergerakan.

Menurut Prabowo, Amerika Serikat juga tahu bahwa dirinya tidak terlibat dalam segala kejahatan yang dituduhkan.

Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved