Berita HSU

Tempat Wisata Candi Agung Dipenuhi Pengunjung di Tahun Baru, Sehari 1.000 Pengunjung

Keberadaan Candi Agung sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah banyak diketahui masyarakat luas.

Tempat Wisata Candi Agung Dipenuhi Pengunjung di Tahun Baru, Sehari 1.000 Pengunjung
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Tempat wisata religi Situs Candi Agung di Sungai Malang, Amuntai HSU 

BANJARMASJNPOST.CO.ID, AMUNTAI - Keberadaan Candi Agung sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sudah banyak diketahui masyarakat luas.

Candi Agung Amuntai merupakan peninggalan kerajaan Negara Dipa Khuripan yang dibangun oleh Empu Jatmika abad ke XIV Masehi ini sering dikunjungi oleh wisatawan terutama dari luar daerah.

Bangunan yang telah berusia sekitar 700 tahun ini dikunjungi sekitar 100 orang perharinya ini juga memiliki pemandian yang bagi sebagian orang dipercaya bisa membantu menyembuhkan penyakit serta penolak bala.

Pada pergantian tahun 2019 ini jumlah pengunjung juga meningkat tajam sekitar 1000 pengunjung setiap hari. Ditambah saat ini merupakan hari libur sekolah. Pengunjung bukan hanya dari HSU melainkan juga dari luar daerah.

Jumlah parkir juga bertambah, meskipun demikian penjaga parkir masih menggunakan tarif yang sama dengan hari lainnya. Area parkir memang cukup luas termasuk untuk mobil yang menggunakan bahu jalan.

Baca: Maia Estianty dan Mulan Jameela Disebut Ahmad Dhani di Video Terbarunya, Alhamdulillah

Baca: Sosok Ini Ungkap Syahrini Dinikahi Reino Barack dan Luna Maya Sudah Move On di Tahun 2019

Baca: Peristiwa Aneh di Makam Andi Seventeen, Korban Tsunami Banten Dirasakan Erix Soekamti

Terdapat tempat duduk yang biasa digunakan oleh para pengunjung untuk bersantai dan beristirahat selepas jalan Jalan. Pemandangan yang indah dan udara yang sejuk memang menjadi daya tarik pengunjung untuk berlama lama di tempat wisata Candi Agung.

Pengunjung tak perlu khawatir kelaparan karena juga banyak terdapat penjual makanan dan minuman di area candi.

Dicandi agung terdapat orang yang bisa membacakan doa dan tempat pemandian. Pengunjung yang datang ke pemandian candi agung biasanya membawaa niat masing-masing, ada yang datang karena nazar, membuang sial, membuka aura diri atau membentengi diri. Ada juga yang mandi dengan niat untuk penyembuhan penyakit.

Pakaian yang digunakan untuk mandi pun berbeda, mandi dengan kain putih untuk membuka aura, kuning untuk membuang sial dan penyembuhan penuyakit sedangkan kain hitam digunakan untuk pengunjung yang mandi dengan niat untuk tameng diri.

Setelah mandi, dilanjutkan dengan pembacaan doa selamat dan doa yang sesuai dengan niat kedatangan pengunjung.

Membacakan doa bagi para pengunjung tidak hanya sekadar membaca, tapi jugaa menanamkan sugesti positif. Ada juga pengunjung yang sakit dengan keluhan kesurupan. "Ada juga yang mengamuk, tapi selalu bisa kami atasi," ungkap Jamilah salah satu pembaca doa, Jamilah.

Baca: Gisella Anastasia Kirim Video Gempita Noura Marten Ucapkan Tahun Baru 2019 ke Gading Marten, Imut!

Baca: Akhirnya! Aura Kasih Pamerkan Foto Pernikahan dengan Eryck Amaral, Lihat Keseruannya

Baca: Detik-detik Sebelum Meninggalnya Kasat Narkoba Polres Tanahbumbu Terungkap, Ternyata Makan Buah Ini

Selama tujuhh tahun menjadi pembaca doa, Jamilah sudah mendapati pengunjung dengan berbagai penyakit. Sebagian ada yang membawa tabib dan peralatan sendiri seperti kelapa muda dan kembang mayang.

Tidak ada tarif khusus untuk memberi para pembaca doa. "Kami hanya menerima seikhlasnya, tidak memberi pun tak apa," tambahnya.

Karena keberadaannya memang diniatkan untuk mengabdi di candi agung dengan niat bisa membantu orang lain. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved