Tsunami Terjang Pantai Anyer

Ada 2 Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Potensi Tsunami Banten dan Lampung Susulan

Ada 2 Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Potensi Tsunami Banten dan Lampung Susulan

Ada 2 Retakan Baru di Gunung Anak Krakatau, BMKG Khawatir Potensi Tsunami Banten dan Lampung Susulan
Dokumentasi Polairud Polres Lamsel/ tribun lampung
Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Daryono unggah video penampakan Gunung Anak Krakatau keluarkan lava pijar disertai petir menyambar, Kamis (27/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Retakan baru di badan Gunung Anak Krakatau ditemukan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) pasca Tsunami Banten dan Lampung.

Retakan baru itu diduga karena Gunung Anak Krakatau alami penyusutan pasca erupsi.

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menyampaikan, retakan muncul setelah gunung mengalami penyusutan dari sebelumnya 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 110 mdpl.

"Pantauan terbaru kami lewat udara, gunung sudah landai, asap mengepul dari bawah air laut. Tapi di badan gunung yang tersisa di permukaan, ada celah yang mengepul terus mengeluarkan asap, celah itu pastinya dalam, bukan celah biasa," kata Dwikorita di Posko Terpadu Tsunami Selat Sunda, Labuan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (1/1/2019).

Baca: PVMBG Sebut Gunung Anak Krakatau Meletus 51 Kali Usai BMKG Sebut Tsunami Banten dan Lampung Susulan

Baca: Kabar Gempa 8 SR Berpotensi Tsunami Jelang Kedatangan Jokowi di Lampung Beredar, Ini Kata BMKG

Baca: Gempa dan Letusan Gunung Anak Krakatau Meningkat Lagi, Kermarin Akibatkan Tsunami Selat Sunda

Dia mengatakan, terdapat dua retakan baru dalam satu garis lurus di salah satu sisi badan Gunung Anak Krakatau.

Dirinya menduga retakan terjadi lantaran adanya getaran tinggi yang muncul saat gunung erupsi.

Adanya retakan tersebut, dikatakan Dwikorita, membuat pihaknya khawatir, lantaran kondisi bawah laut Gunung Anak Krakatau saat terdapat jurang di sisi barat hingga selatan.

"Yang kami khawatirkan di bawah laut curam, di atas landai. Jika retakan tersambung, lalu ada getaran, ini bisa terdorong, dan bisa roboh (longsor)," ujar dia.

Baca: Sinyal Hansamu Yama untuk Segera Gabung Persebaya Surabaya, Sebut Andik Vermansyah dan Evan Dimas

Baca: Alasan Uta Syahputra Jadi Tukang Parkir Terungkap Usai Video Adik Billy Syahputra itu Viral

Baca: Sosok Letjen Doni Monardo yang Pelantikannya Sebagai Kepala BNPB Ditunda Presiden Jokowi

Baca: Kisah Asmara Syahrini dan Reino Barack Disebut Makin Dekat dan Berujung Menikah? Luna Maya Move On

Baca: Setelah Tanyai Jokowi, Raffi Ahmad Bertemu KH Maruf Amin, Bahas Pilpres 2019?

Bagian badan gunung yang diduga akan longsor karena retakan tersebut, bervolume 67 juta kubik dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS/RIZA FATHONI)
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS/RIZA FATHONI) (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Potensi tsunami susulan Volume tersebut lebih kecil dari longsoran yang menyebabkan tsunami pada 22 Desember 2018 lalu sekitar 90 juta kibik volume longsoran.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved